Dibuka Wapres Gibran, BPOM Pecahkan Rekor Nasional: Taruna Ikrar Bangun Mesin Kolaborasi ABG untuk Kemandirian Obat

JAKARTA, KORANMAKASSAR.COM — Halaman kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI tampak jauh lebih hidup dari biasanya. Spanduk raksasa bertuliskan Gebyar Academia, Business, Government (ABG) Collaboration membentang di dinding kaca lobi, menyambut kedatangan para tamu: akademisi, pengusaha, peneliti, pelaku industri kesehatan, dan para rektor dari berbagai perguruan tinggi. Semua berkumpul pada satu momentum yang digagas Kepala BPOM RI, Prof. Taruna Ikrar, sebagai langkah besar memperkuat ekosistem inovasi obat dan makanan Indonesia.

Acara ini digelar dalam rangka memperingati satu tahun Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo–Gibran, sekaligus mencetak Rekor Prestasi Indonesia Dunia sebagai pelopor kolaborasi akademia–bisnis–pemerintah dengan jumlah peserta terbanyak.

Acara dibuka secara daring oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang menegaskan pentingnya kolaborasi di era modern.

“Inisiasi dan kolaborasi merupakan kunci kemajuan di era kita sekarang,” ujar Gibran. “BPOM kini bukan hanya regulator, tetapi generator ekosistem inovasi nasional.”

Prof. Taruna Ikrar menegaskan komitmen tersebut.

“Kami ingin ruang inovasi Indonesia terus tumbuh melalui kontribusi akademisi, dunia usaha, dan pemerintah,” katanya, Sabtu (15/11/25).

Suasana expo di halaman belakang kantor BPOM menggambarkan arah perubahan itu. Puluhan stan dari universitas, startup kesehatan, industri farmasi, hingga UMKM tersusun rapi. Aroma alkohol laboratorium bercampur wangi kopi mahasiswa, menandai sinergi riset dan industri yang mulai nyata.

Taruna Ikrar menegaskan bahwa Indonesia tidak bisa lagi hanya menjadi pasar.

“Ketergantungan impor bahan baku obat mencapai 90 persen. Riset tidak boleh berhenti di laboratorium. Kita butuh sinergi ABG agar Indonesia mandiri dalam inovasi dan produksi.”

Baca Juga : Mahasiswa Kepung BPOM dan Polrestabes Makassar: FKMI Desak Tindak Tegas Skincare Ilegal AJR Beauty

Konsep ABG menempatkan:

  • Academia sebagai motor riset dan pencetak SDM unggul,
  • Business sebagai pendorong hilirisasi dan komersialisasi,
  • Government sebagai penjamin mutu, keamanan, dan akselerator kebijakan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan puluhan MoU antara BPOM dan berbagai perguruan tinggi serta industri dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Cina, Korea Selatan, dan India.

Beberapa tokoh yang hadir antara lain:

  • YM Tengku Dato’ Dr. Hishammudin Zaizi Bin Y.A.M. Tengku Bendahara Azman Shah Al-Haj (CEO Ikhasas Group Malaysia)
  • Rektor UGM, UNAIR, USK
  • Prof. Harun Joko Prayitno (Rektor UMS)
  • Dymitro Baskakov (Age Management Alliance, AS)