MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM – Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, menghadiri ajang Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Claro Makassar, Jalan AP Pettarani, pada 25–26 Maret 2026.
Kehadiran orang nomor satu di Jeneponto tersebut menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Jeneponto dalam mendukung penguatan kolaborasi antar pelaku usaha guna mendorong pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Mengusung tema “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh”, PSBM XXVI menjadi momentum strategis dalam mempererat jejaring bisnis sekaligus membuka peluang investasi baru di berbagai daerah.
Baca Juga : Ekonomi Tumbuh 6,44 Persen di 2025, Pemkab Jeneponto Optimistis Hadapi 2026
Kegiatan ini diikuti lebih dari 1.000 perantau dan pengusaha asal Sulawesi Selatan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia hingga mancanegara.
Fokus utama forum ini adalah memperkuat sinergi usaha, mendorong investasi daerah, serta memperluas jaringan ekonomi berbasis kolaborasi.
Forum tersebut juga diharapkan mampu menghadirkan kolaborasi berjenjang antar pelaku usaha, mulai dari pengusaha besar, menengah, hingga pelaku UMKM, sehingga tercipta struktur ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Menteri Pertanian RI yang juga Ketua Umum BPP Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa kesuksesan saudagar Bugis Makassar merupakan hasil dari proses panjang dan kerja keras yang konsisten.
“Keberhasilan ini tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui perjuangan panjang. Kita patut bangga dengan kebersamaan yang telah terbangun,” ujarnya.
Baca Juga : Bupati Paris Yasir Dorong Tenun Tope Jeneponto Raih Status Indikasi Geografis
Pertemuan ini turut dihadiri sejumlah tokoh saudagar berpengaruh yang memiliki kontribusi besar dalam pengembangan dunia usaha, khususnya di kalangan Bugis Makassar.
Selain itu, hadir pula berbagai tokoh publik asal Bugis Makassar yang kini berkiprah di berbagai daerah di Indonesia.
Disebutkan, banyak kepala daerah, anggota legislatif, hingga pejabat publik yang berasal dari latar belakang Bugis Makassar. Hal ini menunjukkan peran strategis komunitas tersebut dalam berbagai sektor, mulai dari perdagangan, pemerintahan, hingga pembangunan daerah.
Melalui partisipasi dalam PSBM XXVI, Kabupaten Jeneponto diharapkan semakin dikenal sebagai daerah yang terbuka terhadap investasi serta memiliki potensi besar untuk dikembangkan di berbagai sektor unggulan. (*)

