ENREKANG, KORANMAKASSAR.COM – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026 di Kabupaten Enrekang berlangsung khidmat dan sarat makna.
Upacara yang digelar di Lapangan Abu Bakar Lambogo ini dirangkaikan dengan peringatan Hari Otonomi Daerah (HOD) ke-30.
Bupati Enrekang, H. Yusuf Ritangga, bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda, di antaranya Kapolres Enrekang, Ketua DPRD, perwakilan Dandim, serta para tokoh pendidikan, guru, tenaga kependidikan, dan pelajar dari berbagai jenjang.
Dalam amanatnya, Bupati mengajak seluruh peserta untuk mensyukuri momentum Hardiknas sebagai bagian penting dalam perjalanan bangsa.
Baca Juga : Seleksi Pimpinan BAZNAS Enrekang 2026–2031 Masuk Tahap Kompetensi, 16 Peserta Lolos Administrasi
Ia menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, tetapi upaya memanusiakan manusia secara utuh.
Mengacu pada pemikiran Ki Hajar Dewantara, ia menekankan pentingnya konsep pendidikan “among” yang mencakup asah (ilmu), asih (kasih sayang), dan asuh (pendampingan).
“Pendidikan harus dijalankan dengan ketulusan dan kasih sayang, karena tujuan utamanya adalah memuliakan manusia,” ujar Yusuf Ritangga.
Ia juga mengingatkan bahwa amanat konstitusi melalui UUD 1945 dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional menegaskan pendidikan sebagai kunci mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus membentuk karakter dan peradaban.
Menurutnya, visi tersebut sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menitikberatkan pada penguatan sumber daya manusia yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing.
Baca Juga : Pendaftaran Ditutup, 17 Kandidat Siap Berebut Kursi Pimpinan BAZNAS Enrekang 2026–2031
Lebih lanjut, Bupati menyoroti kebijakan prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, khususnya penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
“Jika ingin memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Dan untuk memperbaiki pendidikan, harus dimulai dari dalam kelas,” tegasnya.
Ia menjelaskan sejumlah kebijakan strategis pemerintah, di antaranya pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru melalui beasiswa dan pelatihan, serta penguatan pendidikan karakter melalui budaya sekolah yang aman, sehat, dan inklusif.

