MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar kembali menjadi perhatian publik. Di tengah suasana duka atas wafatnya dua pengurus dalam waktu berdekatan, organisasi olahraga tersebut kini menghadapi dinamika baru setelah empat pengurus periode 2025–2029 dikabarkan resmi mengundurkan diri dari kepengurusan.
Situasi ini memunculkan berbagai pertanyaan dari kalangan insan olahraga terkait soliditas internal organisasi yang selama ini menjadi induk pembinaan cabang olahraga di Kota Makassar.
Sebelumnya, keluarga besar KONI Makassar masih berduka atas meninggalnya dua pengurus yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan olahraga daerah.
Kepergian keduanya meninggalkan duka mendalam bagi jajaran pengurus, atlet, hingga komunitas olahraga di Makassar.
Baca Juga : KONI Makassar Gandeng Polrestabes, Perkuat Pencegahan Korupsi dan Pengamanan Event Olahraga
Namun, di tengah suasana tersebut, KONI Makassar kembali dihadapkan pada dinamika organisasi dengan mundurnya empat pengurus aktif dari struktur kepengurusan periode 2025–2029.
Informasi yang berkembang menyebutkan pengunduran diri tersebut dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari alasan pribadi hingga adanya perbedaan pandangan dalam internal organisasi.
Meski demikian, hingga kini belum ada penjelasan resmi terkait identitas maupun alasan pasti para pengurus memilih mundur.
Sejumlah pemerhati olahraga menilai kondisi ini perlu segera disikapi secara bijak dan terbuka agar tidak berdampak pada stabilitas organisasi maupun program pembinaan atlet.
“Situasi ini tentu menjadi perhatian bersama. KONI harus tetap solid karena pembinaan atlet dan agenda olahraga daerah tidak boleh terganggu,” ujar salah satu pemerhati olahraga di Makassar, Rabu (13/5/26).
baca juga : KONI Makassar Gandeng Kejari, Ismail Sebut Tonggak Sejarah Baru Dunia Olahraga
Ia berharap jajaran pimpinan KONI Makassar segera melakukan konsolidasi internal guna menjaga kepercayaan publik dan memastikan roda organisasi tetap berjalan optimal.
Di sisi lain, sejumlah cabang olahraga berharap dinamika internal tersebut tidak memengaruhi dukungan pembinaan, pelaksanaan program kerja, maupun persiapan menghadapi berbagai event olahraga tingkat regional hingga nasional.
“Olahraga membutuhkan stabilitas organisasi. Jangan sampai atlet menjadi pihak yang terdampak dari dinamika internal,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pimpinan KONI Makassar terkait pengunduran diri empat pengurus tersebut maupun langkah organisasi dalam menyikapi situasi terkini.
Publik kini menantikan klarifikasi resmi sekaligus langkah konkret dari KONI Makassar agar kondisi organisasi kembali kondusif dan fokus pada peningkatan prestasi olahraga daerah. (*)


Komentar