Apoteker, Mahasiswa dan Pemuda Geruduk BPOM Sulsel, Desak PERKBPOM No. 5 Tahun 2026 Dicabut

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Puluhan apoteker, mahasiswa dan elemen pemuda yang tergabung dalam Aliansi Apoteker Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Makassar, Kamis (21/5/2026).

Aksi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap penerapan PERKBPOM Nomor 5 Tahun 2026 yang dinilai menuai polemik di kalangan tenaga kefarmasian.

Massa aksi menilai regulasi tersebut berpotensi melemahkan profesionalitas apoteker serta mengurangi independensi profesi dalam pelayanan kefarmasian.

Dalam demonstrasi itu, massa melakukan aksi simbolik pemotongan ayam sebagai bentuk kekecewaan terhadap kebijakan yang diterbitkan oleh BPOM.

Baca Juga : Buka Puasa Bersama, Kepala BPOM RI Apresiasi Kiprah Wakil Wali Kota Makassar

Selain itu, demonstran juga membakar ban dan membentangkan spanduk bertuliskan “Tolak PERKBPOM No. 5 Tahun 2026, Tidak Ada Tawar Menawar, Batalkan dan Cabut.”

Sejumlah tuntutan turut disampaikan dalam aksi tersebut, di antaranya mendesak pencabutan PERKBPOM Nomor 5 Tahun 2026, mengembalikan distribusi obat sesuai prinsip pelayanan kefarmasian, hingga meminta organisasi profesi dan akademisi dilibatkan dalam proses penyusunan regulasi.

Massa aksi juga meminta Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk mundur dari jabatannya serta mendesak Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia agar menyatakan sikap resmi menolak regulasi tersebut.

Koordinator lapangan aksi, Irwan Khomaini, menegaskan bahwa aturan tersebut dinilai tidak hanya bermasalah secara substansi, tetapi juga berpotensi berdampak terhadap keselamatan masyarakat.

Baca Juga : BPOM Perkuat Pengawasan Pangan dan Obat di Pengungsian, Kepala BPOM Turun Langsung Salurkan Bantuan Ramadhan untuk Korban Bencana Aceh

“Kami menilai regulasi ini berpotensi mendegradasi kewenangan apoteker dan tenaga farmasi dalam pelayanan kesehatan. Selain itu, kebijakan ini juga dapat berdampak terhadap tata kelola kefarmasian dan keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya hadir sebagai bagian dari elemen masyarakat yang peduli terhadap keselamatan pasien, kualitas pelayanan kesehatan, serta keadilan dalam tata kelola kefarmasian di Indonesia.

Sementara itu, Kepala Balai Besar POM Makassar, Yosef Dwi Irwan Prakasa Setiawan, menyampaikan apresiasi atas aspirasi yang disampaikan peserta aksi.

Ia memastikan seluruh tuntutan akan diteruskan kepada BPOM pusat untuk menjadi perhatian lebih lanjut. (*)

Komentar