JAKARTA, KORANMAKASSAR.COM — Sebanyak 42 pimpinan pimpinan relawan pendukung Prabowo-Gibran menghadiri diskusi REBO-AN.
Kata REBO-AN merupakan kepanjangan.dari Relawan Prabowo Gibran. Diskkusi digelar di hotel Luxury In Arion, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu 20 Mei 2026.
Tak hanya dihadiri para pimpinan relawan, acara bertema Menjaga Harmoni dan Pertumbuhan Ekonomi Pemerintahan Prabowo-Gibran ini juga dihadiri mantan DPR RI Zulfan Lindan.
Ketua Umum Relawan Jokowi (ReJO) atau ReJO for Prabowo-Gibran, HM Darmizal MS, membuka jalannya diskusi tersebut.
Baca Juga : ReJO: Pesan Presiden Prabowo Dorong Kreatifitas Rakyat Untuk Indonesia Tangguh
“ReJO hadir bukan sekedar untuk merayakan kemenangan. Kami di sini untuk memastikan setiap kebijakan pak Prabowo dan mas Gibran benar-benar berpihak ke rakyat kecil, ke desa, ke kekuatan ekonomi yang tumbuh dari bawah,” ujarnya.
Darmizal mengungkapkan, ekonomi rakyat itu dibangun dari bawah. Dari desa. Dari kemampuan masyarakat sendiri untuk bertahan dan tumbuh. Bukan dari ketergantungan pada gejolak ekonomi global. Inilah ruh Asta Cita yang harus kita kawal bersama.
Menurtunya, harmoni bukan kata kosong. Tanpa harmoni, kata dia, sehebat apapun program pemerintah hanya akan jalan di tempat.
“Tugas relawan sekarang ya jadi penjaga harmoni di akar rumput. Sekaligus jadi penyambung lidah rakyat ke istana,” imbuhnya.
Sementara itu, politisi senior lintas generasi, Zulfan Lindan mengaitkan pesan Presiden Prabowo soal kemandirian desa dengan semangat swasembada nasional yang sedang digaungkan pemerintah.
“Ide besar Pak Prabowo sebenarnya sederhana, yaitu membangun bangsa yang percaya pada kekuatan sendiri. Desa-desa kita harus jadi pusat ketahanan ekonomi nasional. Harus berdiri kokoh meski dunia di luar sana sedang bergoncang,” ujar Zulfan.
Baca Juga : Presiden Prabowo Subianto Hadiri Hari Buruh di Silang Monas
Zulfan mengajak peserta diskusi menengok Iran. Meski rial Iran terus tertekan terhadap mata uang asing, kebutuhan dasar rakyat Iran tetap terjaga.
“Iran ini contoh menarik. Kekuatan sebuah bangsa itu ternyata tidak ditentukan oleh kuat lemahnya mata uang terhadap dolar. Yang menentukan adalah seberapa mampu negara menjaga kebutuhan pokok rakyat tetap stabil dan terjangkau. Energi murah, bahan bakar murah, itu kunci,” paparnya.
Sekretaris Jenderal ReJO, M. Rahmad menyoroti soal capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menembus 5,61 persen di kuartal pertama 2026.
Menurutnya, angka itu sebenarnya hanyalah cerminan kecil dari potensi yang dimiliki Indonesia. Bangsa ini, kata Rahmad, sejatinya sudah memiliki semua syarat untuk menjadi negara kuat.


Komentar