MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin membagikan kisah perjalanan hidupnya mulai dari penyiar radio, kegagalan politik, hingga akhirnya terpilih sebagai orang nomor satu di Kota Makassar dalam kuliah umum di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Jumat (22/5/2026).
Dalam pemaparan bertema “Sinergi Pemerintahan, Hukum, dan Entrepreneurship dalam Menciptakan Inovasi Pemerintahan yang Berdampak di Kota Makassar”,.
Appi menekankan pentingnya keberanian bermimpi, konsistensi, dan kemampuan membangun jejaring sejak masa kuliah.
Baca Juga ; Resmi Miliki SIM C1, Wali Kota Makassar Dorong Budaya Tertib Berkendara Motor Besar
Ia menegaskan bahwa kesuksesan tidak hadir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dibangun dengan disiplin dan kerja keras.
“Kesuksesan adalah perjalanan yang dibangun melalui visi yang jelas, konsistensi, dan ketekunan,” ujarnya.
Appi juga menyoroti pentingnya peran entrepreneur dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Makassar yang ditopang sektor perdagangan dan jasa, serta pentingnya pemahaman hukum sebagai dasar dalam pengambilan keputusan, baik di dunia usaha maupun pemerintahan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, hukum, dan entrepreneurship menjadi kunci inovasi pelayanan publik yang efektif dan berkelanjutan.
Baca Juga : Kapolrestabes dan Wali Kota Makassar Resmikan Layanan SIM C1, Pengendara Moge Kini Bisa Urus di Makassar
Dalam kesempatan tersebut, ia juga membagikan kisah perjuangan politiknya yang penuh kegagalan sebelum akhirnya memenangkan Pilkada Makassar 2024 setelah dua kali kekalahan pada kontestasi sebelumnya.
“Tidak ada perjuangan yang sia-sia jika dijalani sampai tuntas,” pesannya kepada mahasiswa.
Appi turut mengingatkan pentingnya membangun relasi, memperkuat kapasitas diri, serta memanfaatkan masa kuliah sebagai ruang pembentukan karakter dan kemampuan profesional.
Di akhir pemaparannya, ia mengajak mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin untuk menjadi bagian dari generasi yang mendorong lahirnya kebijakan publik yang berkeadilan dan berpihak pada masyarakat. (*)


Komentar