POLEWALI MANDAR, KORANMAKASSAR.COM – Dedikasi tinggi ditunjukkan jajaran UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Usai menggelar sosialisasi dan simulasi proteksi kebakaran di RSUD H. Andi Depu pada Sabtu (6/6/2026), personel Damkar Polman langsung bergeser untuk memperkuat operasi pencarian dua anak yang hilang akibat hanyut di Sungai Maloso, Kecamatan Campalagian.
Kegiatan edukasi kebakaran yang dimulai sekitar pukul 10.30 WITA dipimpin oleh Kepala UPTD Damkar Polman, Imran, S.IP., M.M., bersama Regu C dan staf. Simulasi menyasar jajaran manajemen dan pegawai RSUD H. Andi Depu guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran, termasuk penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan prosedur evakuasi darurat.
Imran menegaskan bahwa rumah sakit merupakan fasilitas publik dengan tingkat kerawanan tinggi sehingga diperlukan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi keadaan darurat.
Baca Juga : Dijanjikan Proyek, Warga Polman Klaim Rugi Rp40 Juta dan Siap Lapor ke Polda Sulbar
Setelah memastikan kegiatan berjalan lancar, seluruh personel Posko Induk langsung diterjunkan untuk memperkuat Tim SAR Gabungan dalam operasi pencarian korban di Sungai Maloso.
“Setelah situasi di RSUD dipastikan kondusif, personel kami langsung bergeser untuk mendukung operasi penyelamatan air dan pencarian anak yang hilang di Campalagian sebagai bagian dari tugas kemanusiaan,” ujarnya.
Dalam operasi tersebut, Damkar Polman bergabung dengan unsur Polres Polman, Brimob Kompi IV Batalyon A Pelopor, Satpolairud, Polsek Campalagian, Basarnas, dan BPBD.
Baca Juga : Baru Terima SK PPPK, Personel Damkar Polman Sigap Evakuasi Truk 8 Ton Tabrak Rumah Warga
Tim gabungan melakukan pencarian terhadap dua anak berinisial MD (8) dan AH (8) yang masih dinyatakan hilang setelah hanyut di Sungai Maloso, Dusun Kontar, Desa Botto, pada Jumat (5/6/2026).
Sebelumnya, satu korban lainnya, FR (8), telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di wilayah Dusun Berampa, Desa Katumbangan, dan telah diserahkan kepada pihak keluarga.
Hingga hari kedua pencarian, tim SAR gabungan terus menyisir aliran Sungai Maloso menggunakan perahu karet dan berbagai peralatan penyelamatan dengan harapan kedua korban segera ditemukan sehingga dapat memberikan kepastian bagi keluarga yang menanti. (*)


Komentar