SPPG Samaturue Tiroang Gandeng Bank Sampah Peduli Pinrang, Wujudkan Dapur Gizi Ramah Lingkungan dan Bebas Limbah

PINRANG, KORANMAKASSAR.COM – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Samaturue Tiroang resmi menjalin kerja sama strategis dengan Bank Sampah Peduli Pinrang dalam upaya memperkuat pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Kolaborasi yang dipimpin oleh Ali Topan ini berfokus pada pengelolaan limbah minyak goreng bekas (minyak jelantah) serta sampah anorganik dari operasional dapur gizi nasional di Kecamatan Tiroang, Kabupaten Pinrang, Kamis (11/6/2026).

Sebagai unit yang setiap hari memproduksi ribuan porsi makanan bergizi bagi pelajar, ibu hamil, dan ibu menyusui.

SPPG Samaturue Tiroang berkomitmen memastikan seluruh aktivitas operasionalnya tidak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan.

Melalui kerja sama tersebut, minyak jelantah hasil proses memasak tidak lagi dibuang ke saluran air, melainkan dikumpulkan secara berkala untuk diserahkan kepada Bank Sampah Peduli Pinrang agar dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan.

baca juga : Pinrang Tertinggi di Sulsel, 93 Persen Dapur MBG Kantongi Sertifikat Higiene Sanitasi

Kepala SPPG Samaturue Tiroang, Sulfikar, mengatakan kemitraan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial sekaligus komitmen lembaganya dalam menerapkan prinsip pengelolaan limbah yang berkelanjutan.

“Penyediaan makanan sehat harus didukung oleh lingkungan yang bersih. Bersama Bank Sampah Peduli Pinrang, kami memastikan limbah operasional, terutama minyak jelantah dan kemasan logistik, dikelola dengan prinsip zero waste. Ini menjadi langkah nyata mewujudkan dapur umum berskala besar yang higienis sekaligus ramah lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Owner Bank Sampah Peduli Pinrang, Ali Topan, menyambut baik inisiatif tersebut.

Penerima penghargaan khusus dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) itu menilai pengelolaan minyak jelantah secara benar sangat penting untuk mencegah pencemaran lingkungan.

Baca Juga : Delapan Santri Diduga Keracunan Makanan MBG, Dinkes Pinrang Temukan Bakteri pada Ayam dan Sistem Pendingin Tak Standar

“Minyak jelantah yang dibuang sembarangan dapat merusak ekosistem perairan dan menyumbat saluran drainase. Melalui kerja sama ini, limbah minyak dari SPPG akan kami tampung untuk kemudian disalurkan ke fasilitas pengolahan lanjutan, baik menjadi biodiesel maupun produk bermanfaat lainnya. Langkah ini patut menjadi contoh bagi institusi lain di Kabupaten Pinrang,” kata Ali Topan.

Selain pengelolaan minyak jelantah, kedua pihak juga sepakat melakukan pemilahan sampah anorganik seperti kardus dan botol plastik bekas logistik untuk didaur ulang.

Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menciptakan sistem pengelolaan limbah yang lebih baik, tetapi juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat.

Bahwa program pemenuhan gizi nasional dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan. (*)

Komentar