MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SD dan SMP tingkat Kota Makassar Tahun 2026 resmi ditutup di Lapangan Sepak Bola UNM Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini, Minggu (14/6/2026).
Penutupan dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, yang sekaligus menegaskan bahwa O2SN bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan karakter dan pencarian bibit atlet pelajar berprestasi.
“Ajang ini menjadi sarana pembentukan sportivitas, disiplin, dan mental juara bagi siswa,” ujarnya.
Baca Juga : O2SN Makassar 2026: Juara Panjat Tebing SMP Siap Wakili Kota ke Tingkat Provinsi, Diganjar Beasiswa Prestasi
Achi menyampaikan bahwa ratusan peserta dari berbagai sekolah telah menunjukkan kemampuan terbaik dengan menjunjung tinggi nilai fair play dan sportivitas.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kota Makassar memberikan beasiswa kepada para juara 1, 2, dan 3 sebagai bagian dari program pembinaan atlet pelajar.
“Para pemenang akan mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Kota Makassar sebagai motivasi untuk terus berprestasi,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa ke depan Pemkot Makassar berupaya meningkatkan bentuk apresiasi, termasuk kemungkinan pemberian uang pembinaan bagi para juara.
Selain O2SN, rangkaian kegiatan juga dirangkaikan dengan Gala Siswa Indonesia (GSI) dan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kota Makassar 2026.
Pada kategori GSI putra, Juara I diraih Kecamatan Tamalanrea, sementara kategori putri dimenangkan Kecamatan Tamalate melalui SMPN 18 Makassar. Untuk O2SN SMP, SMPN 18 Makassar keluar sebagai juara umum.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Buka O2SN dan GSI 2026, Tekankan Sportivitas dan Janjikan Beasiswa Atlet Berprestasi
Achi menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan upaya penguatan karakter siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler yang positif, termasuk pengurangan ketergantungan pada gawai.
Ia juga mendorong kolaborasi antara sekolah dan orang tua untuk terus mendukung pengembangan minat dan bakat siswa di berbagai bidang.
“Yang menang jangan berpuas diri, yang belum berhasil jangan berkecil hati. Semua harus terus berproses,” tutupnya. (*)

