MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM – Forum Business to Business (B2B) dalam rangkaian Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 mendapat apresiasi dari Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) Sulawesi Selatan. Kegiatan ini dinilai menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar ekspor dan menjalin kemitraan dengan calon pembeli dari berbagai negara.
Ketua KPMI Sulsel, Haidir Halik, mengatakan forum yang digelar di Hotel The Rinra Makassar berhasil mempertemukan pelaku usaha lokal dengan delegasi internasional melalui skema business matching, sehingga membuka peluang kerja sama dagang yang lebih konkret.
Sebanyak 13 negara terlibat dalam penjajakan bisnis tersebut, yakni Filipina, Belanda, Meksiko, Venezuela, Ukraina, Ethiopia, Tunisia, Kuba, Laos, Fiji, Kamboja, Nigeria, dan Kosta Rika.
Baca Juga ; Forum IGS 2026, Kemenlu Ajak 28 Delegasi Negara Sahabat Jajaki Potensi Investasi di Makassar
Sementara secara keseluruhan, IGS 2026 menghadirkan 28 delegasi negara, menjadikannya penyelenggaraan terbesar dibandingkan kota-kota sebelumnya.
“Forum ini memberi kesempatan bagi pengusaha lokal untuk memahami kebutuhan pasar internasional sekaligus membangun jejaring bisnis yang berkelanjutan,” ujar Haidir.
Menurutnya, komoditas unggulan Sulawesi Selatan seperti kopi, cokelat, dan markisa menjadi produk yang paling banyak menarik perhatian calon mitra dagang.
Selama ini, tingginya permintaan pasar luar negeri sering terkendala minimnya akses langsung antara pembeli dan produsen.
Baca Juga : Di IGS 2026, Wali Kota Munafri Tawarkan Makassar sebagai Gerbang Investasi Indonesia Timur
Melalui forum B2B IGS 2026, hambatan tersebut mulai teratasi karena pelaku usaha dapat bertemu langsung dengan calon pembeli, sehingga peluang transaksi dan ekspor semakin terbuka.
Haidir berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena tidak hanya mendorong peningkatan ekspor, tetapi juga memperkuat daya saing UMKM dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan. (*)


Komentar