Mutasi Besar Polda Sulsel, Sejumlah Kapolres dan Pejabat Utama Bergeser

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan rotasi jabatan di lingkungan Polda Sulawesi Selatan (Sulsel). Mutasi tersebut mencakup Pejabat Utama (PJU), Wakil Direktur, auditor, hingga sejumlah Kapolres di jajaran wilayah.

Kebijakan mutasi ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1335 s.d. ST/1341 tertanggal 25 Juni 2026. Rotasi jabatan tersebut merupakan bagian dari penyegaran organisasi, pembinaan karier, serta upaya meningkatkan kinerja pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol. Didik Supranoto, mengatakan mutasi merupakan hal wajar dalam tubuh Polri sebagai bentuk dinamika organisasi.

“Mutasi jabatan adalah bagian dari pembinaan karier dan kebutuhan organisasi. Ini juga untuk penyegaran agar kinerja personel semakin optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya, Jumat (26/6/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap pihak yang mengatasnamakan pejabat Polri dan meminta sesuatu. Jika menemukan hal mencurigakan, masyarakat diminta segera melapor ke kantor polisi terdekat.

Baca Juga : Empat Bulan Berlalu, Korban Dugaan Pemukulan di Mapolda Sulsel Pertanyakan Kelanjutan Kasus

Sejumlah Pejabat Utama Berganti

Dalam mutasi tersebut, beberapa jabatan strategis di Polda Sulsel mengalami pergantian. Di antaranya Direktur Samapta, Direktur Polairud, Karoops, serta Dirintelkam.

Pergantian juga terjadi pada jabatan Karumkit Bhayangkara Tk. II Makassar yang kini diisi pejabat baru dari jajaran kedokteran kepolisian.

Rotasi Wakil Direktur hingga Kapolres

Mutasi juga menyentuh jajaran Wakil Direktur dan auditor, termasuk sejumlah posisi di Ditreskrimum, Ditreskrimsus, serta unit PPA dan PPO.

Baca Juga : Kapolda Sulsel Resmikan Pembangunan Gedung BPKB Modern Senilai Rp39 Miliar

Sementara di tingkat Kapolres, sejumlah wilayah mengalami pergantian, di antaranya:

Kapolres Pangkep, Kapolres Soppeng, Kapolres Enrekang, Kapolres Luwu, Kapolres Takalar, Kapolres Bone, Kapolres Sidrap, dan Kapolres Parepare

Rotasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kinerja kepolisian di tingkat daerah, khususnya dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta pelayanan kepada masyarakat.

Penyegaran Organisasi

Selain jabatan Kapolres dan pejabat utama, mutasi juga mencakup perwira menengah di tingkat Kabag, Kasubdit, hingga tenaga pendidik di lingkungan kepolisian.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Polri dalam memperkuat struktur organisasi agar semakin adaptif terhadap tantangan tugas di lapangan. (*/fd)

Komentar