PAREPARE, KORANMAKASSAR.COM — Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Parepare memperketat pengawasan keselamatan pelayaran menyusul maraknya insiden kebakaran kapal dalam beberapa hari terakhir.
Pengawasan dilakukan langsung Plt. Kepala KSOP Parepare, Kapten Freddy, terhadap kesiapan keberangkatan KM Cattleya Express, Jumat (14/8/2026).
Kapten Freddy mengatakan, pemeriksaan difokuskan pada kesiapan seluruh perangkat keselamatan kapal, termasuk muster list, life jacket, serta ILR yang harus tersedia dalam jumlah cukup dan berfungsi sesuai ketentuan.
“Kita fokus pada kesiapan keselamatan. Muster list harus siap, life jacket dan ILR dicek jumlah serta fungsinya sesuai aturan. Selain pemeriksaan fisik alat, kami juga menekankan edukasi kepada penumpang dan pelaksanaan drill oleh nakhoda,” tegasnya.
Baca Juga : Chipping untuk IKN Banjiri Pelabuhan Cappa Ujung Parepare
Ia menekankan, penumpang harus mengetahui lokasi alat keselamatan serta memahami prosedur abandon ship atau meninggalkan kapal dalam kondisi darurat. Prosedur tersebut juga harus benar-benar dipraktikkan dan tidak sekadar menjadi formalitas.
Menurutnya, faktor kelalaian manusia atau human error masih menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan pelayaran.
Ia mencontohkan insiden KM Putri Yasmin yang diduga mengalami kebakaran akibat korsleting pada aki kendaraan listrik yang ditempatkan tanpa pengawasan ketat.
“Solusinya, aki kendaraan sebaiknya dilepas dan ditempatkan di lokasi khusus untuk mencegah terjadinya korsleting,” ujarnya.
Sebagai langkah pencegahan, KSOP Parepare juga menginstruksikan seluruh nakhoda meningkatkan frekuensi penyampaian safety warning kepada penumpang.
Baca Juga : Respons Cepat Tim SAR Brimob Sulsel Cegah Kebakaran Lahan Meluas di Parepare
Jika sebelumnya peringatan keselamatan disampaikan sekitar dua kali, kini frekuensinya dapat ditingkatkan menjadi delapan hingga 10 kali selama pelayaran, terutama terkait potensi kebakaran dan kondisi darurat seperti man overboard.
“Peringatan mengenai bahaya kebakaran, man overboard, dan kondisi darurat lainnya harus terus disampaikan secara berkala. Keselamatan penumpang dan awak kapal merupakan prioritas utama,” pungkasnya.
KSOP Parepare memastikan pengawasan keselamatan pelayaran akan terus diperkuat untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan memastikan seluruh kapal yang beroperasi memenuhi standar keselamatan. (sis)


Komentar