Enrekang Siapkan Asuransi Gagal Panen Jagung, Gandeng Jasindo

ENREKANG, KORANMAKASSAR.COM — Pemerintah Kabupaten Enrekang segera memperluas perlindungan bagi petani melalui program jaminan gagal panen untuk komoditas jagung.

Untuk merealisasikan program tersebut, Pemkab Enrekang tengah mempersiapkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo) untuk memberikan perlindungan kepada petani jagung dari risiko gagal panen.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Enrekang, Ikbar Ashadi, mengatakan tahun ini pemerintah daerah mulai memprioritaskan komoditas jagung setelah sebelumnya fokus memberikan jaminan kepada petani padi.

“Tahun ini kita tingkatkan jaminan gagal panen ke komoditas jagung setelah komoditas padi,” ujar Ikbar, Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, komunikasi dengan Jasindo telah dilakukan dan PKS ditargetkan segera ditandatangani. Program asuransi jagung tersebut direncanakan mencakup periode tanam Oktober hingga Maret.

Baca Juga : Yusuf Ritangnga Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Enrekang

“Perjanjian dengan Jasindo dalam waktu dekat akan segera kita laksanakan,” tambahnya.

Ikbar menjelaskan, untuk komoditas padi, pemerintah pusat tahun ini telah memberikan dukungan jaminan gagal panen sekitar 80 persen dari total 1.000 hektare lahan yang masuk dalam skema perlindungan.

Dengan adanya dukungan APBN tersebut, Pemkab Enrekang hanya perlu menyiapkan anggaran sekitar Rp36 juta atau 20 persen dari total kebutuhan premi jaminan padi.

Sementara untuk tahap awal program asuransi jagung, kerja sama dengan Jasindo akan mencakup sekitar 200 hingga 500 hektare lahan.

Baca Juga : Penataan Anjungan Mataallo Enrekang, Eks Mushala Dialihfungsikan Jadi Coffee Shop

“Anggaran yang telah diprogramkan untuk padi, karena telah mendapat bantuan dari APBN, kini akan difokuskan untuk jaminan gagal panen jagung,” jelasnya.

Diketahui, luas lahan jagung di Kabupaten Enrekang mencapai sekitar 12.500 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Enrekang, Maiwa, Baraka, Curio, Cendana, Buntu Batu, dan Malua.

Program jaminan gagal panen ini diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada petani jagung sekaligus menjaga keberlangsungan usaha tani dan mendorong peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Enrekang. (FungFi)