PACITAN, KORANMAKASSAR.COM (31/12) — “Rumah saya dekat laut, potensinya jelas. Lalu kenapa saya harus jauh-jauh dari rumah dan keluarga?” Pertanyaan reflektif tersebut membulatkan tekad Deni Hermanto untuk pulang ke kampung halamannya yang terletak di sekitar Pantai Teleng Ria, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
Pria berusia 45 tahun ini memutuskan untuk pensiun sebagai koki kapal pelayaran antar negara pada tahun 2014. Dia tinggalkan gaji ribuan dolar Amerika Serikat (AS) per bulan dengan memulai usaha baru di bidang pengolahan ikan bersama sang istri.
“Awalnya mikir (untuk pensiun), tapi istri meyakinkan untuk usaha di rumah, ya Bismillah saja kita,” kenang Deni soal keputusannya tersebut, Senin lalu (28/12/2020).
Berbekal pengalaman memasak di kapal pelayaran dan pelatihan pengolahan ikan yang diperoleh sang istri dari Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan, Deni kemudian berinovasi menyulap tahu bakso dengan isian daging ikan tuna. Selain mudah didapat, Deni mengaku sudah akrab dengan komoditas yang disebut sebagai ikan perenang andal dengan nama latin Thunnini tersebut.
“Pacitan ini kan salah satu gudangnya Tuna di pesisir selatan Jawa. Nah dari situ kita berpikir, kenapa tidak kita olah saja biar memiliki nilai tambah,” jelas bapak satu anak ini.

Sebagai ciri khas, Deni melabeli produknya dengan nama “Sabrina”. Pelan tapi pasti, usaha yang dirintis Deni enam tahun silam tersebut telah berkembang dengan memperkerjakan 25 warga lokal. Omzet usahanya pun mencapai Rp100-200 juta perbulan. Kini, tahu baso tuna bikinan Deni telah memiliki tiga varian sebagai pembeda; pedas, sayur dan biasa.
Minimnya logistik karena tidak adanya stasiun, pelabuhan, maupun bandara di Pacitan tak menyurutkan semangat Deni dan istri. Terbukti, area pemasaran produk mereka telah menjangkau sejumlah kota di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Ibu Kota Jakarta. Bahkan, usaha olahan ikan “Sabrina” pun tak goyah dihantam badai Covid-19.
“Alhamdulillah, kita tetap kirim ke Jakarta, Jawa Barat, Jogja dan kota-kota lain. Orderan ada terus,” katanya.

