Apresiasi untuk Guru dan Tenaga Kesehatan, Wali Kota Makassar Beri Tunjangan untuk Pengabdi di Kepulauan

Dari delapan pulau itu, empat sudah punya Puskesmas, dua belum. Pulau yang belum punya Puskesmas yaitu Pulau Lanjukang dan Pulau Kodingareng Keke.

“Untuk Lanjukang, rujukannya dilakukan ke Puskesmas Laikang, sementara Kodingareng KK tidak memiliki komunikasi langsung,” ujarnya.

Kebijakan tunjangan ini menjadi bentuk nyata perhatian Pemerintah Kota Makassar terhadap tenaga kesehatan yang mengabdi di tengah keterbatasan, jauh dari daratan utama.

Ditambahkan, Pemerintah Kota ingin memastikan tenaga kesehatan tetap termotivasi dan mendapatkan penghargaan yang layak atas pengabdiannya di wilayah kepulauan.

“Mereka adalah garda terdepan yang harus selalu siap, kapan pun masyarakat membutuhkan,” tutup dr. Nursaidah.

Hal sama juga, melalui kebijakan tunjangan khusus bagi guru kepulauan, para pendidik yang bertugas jauh dari daratan kini mendapatkan tambahan insentif setiap bulan sesuai dengan zona penugasan masing-masing.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menjelaskan bahwa pemberian tunjangan ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, untuk memberikan apresiasi dan perhatian lebih kepada tenaga pengajar di wilayah pesisir dan kepulauan.

“Pemberian tunjangan ini dikhususkan bagi tenaga guru yang bertugas di wilayah kepulauan. Besarannya disesuaikan dengan jarak dan tingkat kesulitan masing-masing zona,” ujar Achi.

Ia menjelaskan, wilayah kepulauan Kota Makassar dibagi menjadi tiga zona berdasarkan jarak dan kondisi geografis:

Zona III (paling jauh/terluar): Guru menerima tunjangan sebesar Rp2,5 juta per bulan. Kemudian, zona II (pulau tengah): Guru menerima Rp1,5 juta per bulan. Dan zona I (terdekat): Guru menerima Rp700 ribu per bulan.

“Semakin jauh dan sulit aksesnya, maka tunjangan yang diterima lebih besar,” jelasnya.

Menurut Achi, para guru di wilayah kepulauan menghadapi tantangan yang tidak ringan. Setiap hari mereka harus menyeberangi laut dengan kondisi cuaca yang tidak selalu bersahabat, namun tetap berkomitmen memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak di pulau-pulau Makassar.

“Ini bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar para guru tetap bersemangat dalam mendidik anak-anak kita di pulau. Ini bukan hanya tentang angka tunjangan, tetapi tentang penghargaan terhadap pengabdian,” tutur Achi.

Lebih lanjut, Achi Soleman, menyampaikan bahwa total penerima tunjangan khusus di wilayah kepulauan mencapai 431 orang, yang terdiri atas 326 guru dan 105 tenaga kependidikan.

Achi menjelaskan, wilayah kepulauan Makassar dibagi menjadi tiga zona berdasarkan jarak dan tingkat kesulitan akses.

Zona I (terluar): mencakup Pulau Langkai dan Pulau Lumu-Lumu, dengan jumlah 50 guru dan 20 tenaga kependidikan.

Zona II (tengah): meliputi Pulau Kodingareng, Barrang Lompo, Barrang Caddi, dan Bone Tambu, dengan 211 guru dan 60 tenaga kependidikan.

Zona III (terdekat): yakni Pulau Lae-Lae dan Pulau Lakkang, dengan 65 guru dan 25 tenaga kependidikan.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Hadiri Final Asnawi Mangkualam Cup, Tekankan Pentingnya Pembinaan Anak Muda

“Total keseluruhan guru yang bertugas di wilayah kepulauan sebanyak 326 orang, sementara tenaga kependidikan berjumlah 105 orang,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembagian zona ini juga menjadi dasar dalam penetapan besaran tunjangan yang diterima setiap bulan.

“Untuk zona terluar, guru menerima Rp2,5 juta per bulan, zona tengah Rp1,5 juta, dan zona terdekat Rp700 ribu,” tukasnya. (*)