MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar kembali menggelar pengajian rutin bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian dan penguatan nilai spiritual. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di lingkungan rutan, Kamis (5/2/2026).
Pengajian ini menjadi wadah bagi warga binaan untuk menenangkan diri, merefleksikan perjalanan hidup, sekaligus memperkuat mental selama menjalani masa pembinaan.
Kepala Subseksi Bantuan Hukum dan Penyuluhan Rutan Kelas I Makassar, Djanwar Bakkara, mengatakan kegiatan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk kesadaran dan perubahan sikap warga binaan.
Baca Juga : Perkuat Kesejahteraan Pegawai, KPRI Pengayoman Rutan Makassar Gelar RAT dan Evaluasi Kinerja Tahunan
“Melalui pengajian ini kami ingin menghadirkan cahaya dan harapan. Pembinaan spiritual menjadi pondasi agar warga binaan mampu memperbaiki diri, menata kembali kehidupan, dan kelak kembali ke masyarakat dengan nilai-nilai yang lebih baik,” ujarnya.
Dalam tausiyah yang disampaikan, penceramah mengajak seluruh peserta menjadikan masa pembinaan sebagai momentum muhasabah atau introspeksi diri.
“Dalam keterbatasan seperti ini, justru kita diajak untuk lebih jujur pada diri sendiri. Muhasabah adalah kunci ketenangan hati, menerima proses, dan menata niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.
Baca Juga : Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Karutan Makassar Hadiri Panen Raya di Lapas Kelas I
Rutan Kelas I Makassar menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada kedisiplinan dan aspek fisik, tetapi juga menyentuh sisi mental dan spiritual.
Dengan demikian, proses pemasyarakatan diharapkan mampu membangun akhlak, kesadaran, serta harapan baru bagi warga binaan dalam menata masa depan. (*)

