BPBD Makassar Cetak 23 Ribu Relawan, Respons Bencana Dipacu

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman bencana melalui kolaborasi dengan 23 perguruan tinggi.

Kerja sama tersebut ditargetkan mencetak sekitar 23 ribu mahasiswa yang memiliki kemampuan dasar kebencanaan dan siap menjadi relawan dalam mendukung mitigasi maupun penanganan bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengatakan mahasiswa akan mendapat pembekalan teori, simulasi hingga praktik, mulai dari vertical rescue, water rescue, medical rescue, manajemen bencana hingga pertolongan pertama.

“Target kami sedikitnya 23 ribu mahasiswa memiliki kemampuan dasar kebencanaan sehingga menjadi sumber daya siap pakai ketika terjadi bencana,” ujar Fadli, Jumat (17/7/2026).

Baca Juga : Makassar Perkuat Mitigasi Bencana, 23 Kampus Siapkan 23 Ribu Mahasiswa Tangguh

Selain penguatan relawan, BPBD Makassar juga meluncurkan SIGAP PESISIR (Sistem Integrasi Gerakan Adaptif Pesisir) untuk mempercepat penanganan bencana di wilayah pesisir. Sistem ini ditargetkan memangkas waktu respons darurat dari rata-rata 90 menit menjadi sekitar 15 menit.

SIGAP PESISIR mengintegrasikan pelaporan, koordinasi, pengambilan keputusan hingga pengerahan personel. Warga pesisir juga akan dibekali kemampuan penyelamatan awal sebelum tim penolong tiba di lokasi.

“SIGAP PESISIR dirancang untuk menyatukan seluruh pemangku kepentingan dalam satu sistem kerja yang terintegrasi,” jelasnya.

Di sisi lain, BPBD Makassar mulai mengantisipasi potensi kekeringan panjang. Berdasarkan asesmen awal, sekitar 50 ribu jiwa di enam kecamatan berpotensi mengalami kekurangan air bersih. Namun angka tersebut masih merupakan potensi dan belum seluruhnya menjadi warga terdampak.

Baca Juga : BPBD Makassar Perluas Program SALAMA ke 100 Sekolah

BPBD telah menyalurkan dua tandon air ke wilayah prioritas dan menyiapkan sekitar 57 unit tandon lainnya. Jika status tanggap darurat ditetapkan, distribusi air bersih akan dilakukan melalui mobil tangki maupun pengisian tandon di kawasan terdampak.

Penanganan kekeringan nantinya dikoordinasikan bersama BMKG, Basarnas, PDAM Makassar, Dinas Pemadam Kebakaran dan instansi terkait lainnya.

Fadli menegaskan, penguatan kapasitas relawan, percepatan respons pesisir, serta kesiapsiagaan menghadapi kekeringan merupakan bagian dari upaya menjadikan Makassar sebagai kota yang semakin tangguh menghadapi bencana.

“Investasi terbaik bukan hanya infrastruktur, tetapi juga membangun sumber daya manusia yang tangguh, peduli dan siap melindungi sesama,” pungkasnya. (*)