Dari Gratis Biaya hingga Diminati Anak Pulau, Kisah Perjuangan DDI Alliritengae

Menyeberangi Laut Demi Pendidikan

Salah satu kisah menarik dari perkembangan DDI Alliritengae datang dari para siswa yang berasal dari wilayah kepulauan.

Salah satunya Alif Ansyari, siswa kelas XI asal Pulau Doang-doang Caddi (DDC), Kabupaten Pangkep. Bersama 11 rekannya, Alif meninggalkan kampung halaman untuk menempuh pendidikan di MA DDI Alliritengae.

Anak kedua dari empat bersaudara itu datang dari keluarga nelayan. Kini, ia dan teman-temannya tinggal di rumah kos dekat madrasah dan menjalani kehidupan secara mandiri demi mengejar pendidikan.

Selain belajar di sekolah, Alif aktif memperdalam ilmu agama di kawasan Buttatoa dan Masjid Arribat. Kemampuannya dalam berceramah membuatnya dipercaya menjadi imam salat rawatib.

Kisah serupa datang dari Aswar, siswa kelas XI IPS yang juga berasal dari Pulau DDC. Ia mengaku telah menghafal dua juz Al-Qur’an selama menempuh pendidikan di madrasah tersebut.

Baca Juga : Baznas Enrekang Kembali Salurkan Bantuan Untuk Madrasah dan Musholla Serta RTLH di Curio

Kehadiran para siswa dari wilayah kepulauan menjadi bukti bahwa DDI Alliritengae kini tidak hanya menjadi pilihan pendidikan bagi masyarakat sekitar, tetapi juga menjadi tempat anak-anak pulau menimba ilmu formal sekaligus memperkuat pendidikan keagamaan.

Dari madrasah yang dahulu harus menggratiskan biaya demi mendapatkan murid, kini lahir generasi yang datang dari berbagai penjuru, bahkan menyeberangi laut demi pendidikan.

DDI Alliritengae membuktikan, pengabdian yang dirawat selama puluhan tahun dapat menjadi jembatan bagi mimpi anak-anak untuk meraih masa depan. (Ulya)

Komentar