Dari Makkah ke Makassar: Kiprah Wanda Memimpin Puskesmas Panambungan

KORANMAKASSAR.COM — Di tengah dinamika pelayanan kesehatan publik di Kota Makassar, muncul sosok perawat profesional yang membuktikan bahwa dedikasi, kompetensi klinis, dan integritas adalah kunci utama dalam karier birokrasi kesehatan.

Wanda, S.Kep., M.Kep., Ns, baru-baru ini resmi dilantik sebagai Kepala UPT Puskesmas Panambungan oleh Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Pelantikan ini bukan sekadar rotasi jabatan biasa. Bagi Wanda, ini adalah buah dari perjalanan panjang seorang Ners (Perawat Profesional) yang telah mengabdikan dirinya di garda terdepan, termasuk dipercaya menjadi Petugas Kesehatan Haji Indonesia (PPIH) pada musim haji 1447 H/2026.

Transisi dari lapangan ibadah di Tanah Suci menuju kepemimpinan puskesmas di wilayah padat penduduk Panambungan menandai babak baru pengabdiannya untuk masyarakat Makassar.

Jejak Karier: Kompetensi yang Terbukti di Lapangan

Latar belakang pendidikan Wanda sebagai Sarjana Keperawatan (S.Kep.) dan Magister Keperawatan (M.Kep.), serta gelar profesi Ners, memberikan fondasi akademis dan klinis yang kuat. Namun, yang membuatnya menonjol adalah rekam jejak operasionalnya.

Penugasan sebagai Petugas Haji 2026 adalah ujian berat bagi setiap tenaga kesehatan. Di sana, Wanda dituntut untuk:

* Bekerja di Bawah Tekanan Tinggi: Menangani jemaah dengan berbagai komorbiditas di lingkungan ekstrem.

* Manajemen Krisis Cepat: Merespons kegawatdaruratan medis dengan protokol yang ketat dan sumber daya terbatas.

* Komunikasi Lintas Budaya: Berinteraksi dengan jemaah dari berbagai daerah dengan pendekatan humanis dan sabar.

Pengalaman “tempur” di Arab Saudi ini membekalinya dengan ketahanan mental, kemampuan manajerial krisis, dan empati tingkat tinggi—kualitas yang sangat dibutuhkan untuk memimpin sebuah Puskesmas di era JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) yang menuntut efisiensi dan kepuasan pasien.

Tantangan Baru: Memimpin UPT Puskesmas Panambungan

Puskesmas Panambungan merupakan salah satu fasilitas kesehatan strategis di Kota Makassar yang melayani wilayah dengan karakteristik demografi unik.

Sebagai kepala UPT baru, Wanda membawa sejumlah agenda prioritas yang selaras dengan visi Pemkot Makassar dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat:

1. Optimalisasi Layanan Primer: Menerapkan standar pelayanan minimal (SPM) bidang kesehatan dengan fokus pada pencegahan (preventif) dan promosi kesehatan, tidak hanya pengobatan kuratif. Pengalaman haji mengajarkan pentingnya screening dan edukasi dini.

2. Transformasi Digital Kesehatan: Mengintegrasikan sistem informasi puskesmas (SISFOKES) secara efektif untuk memudahkan akses data pasien, stok obat, dan pelaporan penyakit menular.

3. Pemberdayaan Kader dan Masyarakat: Membangun kemitraan dengan tokoh masyarakat, PKK, dan organisasi keagamaan (termasuk Muhammadiyah/Aisyiyah yang memiliki basis kuat di Panambungan) untuk program Posyandu, Germas, dan deteksi dini stunting.

4. SDM yang Humanis dan Kompeten: Menciptakan budaya kerja di puskesmas yang berorientasi pada pelayanan prima (service excellence), meneladani sikap sabar dan teliti yang ia tunjukkan saat bertugas sebagai PPIH.

Inspirasi Bagi Generasi Muda Perawat

Karier Wanda menjadi bukti nyata bahwa jalur karier perawat di Indonesia tidak berhenti di ruang rawat inap atau klinik.

Dengan pendidikan lanjutan (Magister) dan pengalaman lapangan yang relevan (seperti tugas Haji), perawat dapat bertransformasi menjadi pemimpin manajerial kesehatan yang handal.

Bagi warga Panambungan dan seluruh Kota Makassar, kehadiran Wanda di kursi Kepala UPT Puskesmas Panambungan adalah harapan baru. Diharapkan, kepemimpinan beliau dapat membawa angin segar berupa pelayanan yang lebih responsif, ramah, dan berbasis bukti (evidence-based).

Selamat bertugas, Ibu Wanda, S.Kep., M.Kep., Ns. Semoga amanah baru ini dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya, membawa berkah bagi masyarakat Panambungan, dan menjadi inspirasi bagi ribuan perawat lainnya di Nusantara.

“Pelayanan kesehatan terbaik lahir dari hati yang peduli dan tangan yang terampil.”

 

Oleh: Muhammad Askar, SKM (Penulis Opini dan Profil Tokoh)

Komentar