oleh

Denny JA : Efek Dukungan Jokowi Pada Elektabilitas Pasangan Capres

KORANMAKASSAR.COM — Efek dukungan (endorsement) Jokowi kepada perubahan elektabilitas pasangan capres tidak besar. Efek dukungannya kurang dari dua persen. Ketika persaingan kompetitif (selisih kurang dari 2%), dukungan Jokowi bisa mengubah pemenang. Ketika persaingan margin besar ( selisih lebih dari 3 persen), dukungan Jokowi tidak mengubah pemenang.

Untuk kasus hari ini, karena pasangan Ganjar – AH unggul diatas pasangan lainnya diatas 3%, pasangan capres manapun yang didukung Jokowi, pasangan Ganjar- Airlangga Hartarto tetap unggul.

•Demikianlah salah satu temuan penting dari survei nasional terbaru LSI Denny JA.  Data dan analisa didasarkan pada survei nasional dan riset kualitatif pada tanggal 10 – 19 Oktober 2022.

Survei nasional menggunakan 1200 responden di 34 Provinsi di Indonesia. Wawancara dilaksanakan secara tatap muka (face to face interview). Margin of error (Moe) survei ini adalah sebesar +/- 2.9%. Riset kualitatif dilakukan dengan analis media, Focus Group Discussion (FGD), dan indepth interview.

Bagian 1: Simulasi Dukungan (Endorsement) Jokowi terhadap Elektabilitas pasangan Capres

Simulasi dalam Pilpres 2024 menggunakan tiga pasang capres-cawapres. Yaitu Anies Baswedan – Agus Harimurti Yudhoyono/AHY, Ganjar Pranowo – Airlangga Hartarto/AH, dan Prabowo Subianto – Puan Maharani).

Seandainya Jokowi mendukung Pasangan Ganjar – AH, dari tiga pasang capres – cawapres tadi manakah yang akan Ibu/Bapak Pilih?

Ganjar – AH di posisi teratas, paling unggul dengan elektabilitas sebesar 29.9%. Diposisi kedua ada Anies – AHY dengan elektabilitas sebesar 24.6%, dan posisi ketiga ada Prabowo – Puan dengan elektabilitas sebesar 22.1%. Yang menyatakan tidak tahu/tidak menjawab ada 23.4%.

Ganjar – AH paling unggul di bandingkan dengan pasangan capres lainnya. Ganjar – AH unggul 5.3% dibanding pasangan Anies – AHY. Ganjar – AH unggul 6.5% dibandingkan pasangan Prabowo – Puan.

Bagaimana Jika seandainya Jokowi mendukung Prabowo – Puan? Posisi pertama, masih Ganjar – AH dengan elektabilitas 28.4%, Posisi kedua, Anies – AHY dengan elektabilitas 24.6%, dan posisi ketiga Prabowo – Puan dengan elektabilitas 23.8%.

Dukungan Jokowi ke Prabowo – Puan, tidak mengubah elektabilitas Anies – AHY.

Dukungan Jokowi Ke Prabowo – Puan, menurunkan elektabilitas Ganjar – AH sebesar 1.5%.

Dukungan Jokowi ke Prabowo – Puan menaikan elektabilitas Prabowo – Puan sebesar 1.7%.

baca juga : Surat Terbuka Relawan Jokowi Minta Menteri NasDem Direshuffle Buntut Usung Anis Jadi Capres

Seandainya dukungan (endorsement) Jokowi ke Anies – AHY, Ganjar – AH tetap paling unggul dengan elektabilitas sebesar 28.5%. Posisi kedua Anies – AHY dengan elektabilitas sebesar 26.3%, dan posisi ketiga Prabowo – Puan dengan elektabilitas sebesar 22.5%.

Dukungan (endorsement) Jokowi ke Anies – AHY, menaikan elektabilitas Anies – AHY sebesar 1.7%.

Dukungan Jokowi ke Anies- AHY juga menurunkan elektabilitas Ganjar – AH sebesar 1.4%.

Dukungan Jokowi ke Anies- AHY juga menaikkan elektabilitas Prabowo – Puan sebesar 0.4%.

Dukungan (endorsement) Jokowi kepada pasangan manapun, secara populasi menyeluruh efeknya hanya menambah atau mengurangi dukungan sebesar di bawah 2 persen.