oleh

Denny JA: Mengapa di Akhir Kekuasaannya, Jokowi Justru Sangat Populer?

KORANMAKASSAR.COM — Seorang presiden di tahun terakhir kekuasaannya, apalagi di periode kedua, umumnya babak belur. Tingkat kepuasan publik padanya, merosot dan merosot lebih rendah lagi.

Tapi mengapa dalam kasus Jokowi, itu tidak terjadi. Tingkat kepuasan publik pada Jokowi di tahun terakhir kekuasaannya masih sangatlah tinggi.

Kita mulai dengan data. Ini survei LSI Denny JA, dari bulan Mei hingga Agustus tahun 2023. Setiap bulan, dilakukan tracking survei di tahun 2023.

Tingkat kepuasan publik kepada Jokowi berkisar dari 76,2% hingga 80%. Ini rating yang sangatlah tinggi. Ini kondisi yang sangatlah mencengangkan.

Bagaimana menjelaskannya? Apa yang membuat Jokowi tetap populer, tetap membuat rakyatnya puas? Tentu ini impresi rakyat banyak, hasil kombinasi dari apa yang mereka lihat antara kinerja Jokowi dan pesonality-nya.

https://www.presidenri.go.id

Dalam kinerja, publik luas merasakan sendiri manfaat dari misalnya BPJS. Bagaimana biaya kesehatan mereka begitu dijamin, dengan harga yang terjangkau bahkan gratis.

Untuk kesehatan juga untuk pendidikan, publik dipuaskan. Juga untuk bantuan sosial, terutama ketika bencana 3 tahun covid-19. Walau ada bocor anggarandi sana dan di sini, tapi penilaian publik untuk bansos sangat tinggi.

Pasti tetap ada yang kritis kepada Jokowi, terutama dari kalangan terpelajar. Namun kalangan terpelajar di Indonesia ini jumlahnya kurang dari 10%.

baca juga : Denny JA: Populasi Pendidikan Tinggi di Indonesia Masih Dibawah 10 Persen

Secara kualitas, catatan kalangan terpelajar sangatlah penting. Tapi dalam ukuran approval rating, bukan kualitas namun kuantitas opini yang terhitung.

Hal lain yang mencolok soal Jokowi adalah personalitasnya. Publik berpandangan Jokowi peduli pada rakyat. Kepedulian Jokowi mereka rasakan otentik, tidak dibuat- buat atau acting.

Jokowi juga dinilai rendah hati dan santun. Kesan atas personalitas juga besar pengaruhnya untuk approval rating, tingkat kepuasaan publik.