Denny JA: Seberapa Besar Efek Elektoral Debat Capres?

Dari yang menonton debat itu, yang mengatakan mengubah pilihannya sebanyak 5,8%. Karena yang menonton debat hanya separuh dari populasi pemilih, berarti total yang bisa berubah dari populasi pemilih setelah debat, hanya 2,9% saja.

Perubahan itu juga terjadi hanya di kalangan swing voters saja. Yaitu pemilih yang belum menentukan pilihan, dan pemilih yang sudah memilih tapi masih ragu- ragu.

Pemilih militan para capres dan cawapres tak akan berubah setelah menonton debat. Pendirian mereka terlalu kokoh digoyah oleh tontonan debat.

Yang mengubah pandangan setelah menonton debat terjadi untuk tiga hal. Pertama, mereka yang belum memilih setelah menonton debat berubah menjadi memilih.

baca juga : Denny JA: Kampanye Pilpres 2024 dan Politik yang Riang Gembira

Atau mereka yang sudah memilih, berubah menjadi tidak memilih, alias golput saja. Atau mereka yang awalnya memilih calon A pindah ke calon B. Bisa juga sebaliknya, dari memilih calon B pindah ke calon A.

Dari yang menonton debat, mereka mengatakan bahwa 40% itu dipengaruhi oleh substansi pesan yang disampaikan oleh capres atau cawapres.

Namun lebih banyak lagi, 60% pemilih lebih memperhatikan penampilan, gaya dan juga daya persuasi sang capres/cawapres.

Walaupun efek debat ini secara elektoral tidak besar, tapi debat cawapres dan capres tetap penting. Debat ini membuat kita tahu gagasan capres dan cawapres ini untuk membulat lonjongkan Indonesia. (*)