-000-
Yang dihadirkan di film Eksil itu hanya puncak gunung es dari dunia yang jauh lebih besar, yang belum semua tergali.
Memang tak tersedia jumlah yang pasti seberapa banyak mahasiswa Indoneia di luar negeri saat itu. Seberapa banyak sebenarnya jumlah warga Indonesia yang tidak bisa kembali. (1)
Tapi di awal 1960an, ribuan orang dikirim ke luar negeri oleh Bung Karno untuk sekolah. Ribuan! Mereka mahasiswa terpilih, sebagai “utusan Indonesia.”
Akibat pergolakan politik di tanah air, dan dicabutnya paspor, mereka “mengembara” dari satu negara ke negara lain. Mereka juga ketakutan karena isu akan dipulangkan ke Indonesia dan dipenjara.
Mereka memang bebas di negara lain, tapi tetap serasa berada dalam penjara karena ketidak pastian. Ketika paspor mereka dicabut, kewarga- negaraan Indonesia mereka dilepas, itu siksaan eksistensial tersediri. Mereka dipisahkan dengan identitas negara tempat mereka dilahirkan.
Itulah yang ada. Cinta tanah air tak hilang, walau terbuang jauh di negeri seberang, puluhan tahun. Walau saat itu mereka berbeda keyakinan politik dengan pemerintah yang sedang berkuasa, cinta tanah air tak sirna.*
Jakarta, 26 Feb 2024

