Ditegaskannya, Indonesia dibangun oleh civil society dan elemen non partisan sementara parpol itu datangnya terakhir.
“Yang bangun Indonesia termasuk kerajaan-kerajaan nusantara. Tapi ketika saya keliling Indonesia, melihat kerajaan-kerajaan itu seperti tidak diperhatikan. Padahal sumbangsih mereka dalam berdirinya republik ini sangat besar,” jelasnya.
Sementara Gus Ubed pun menimpali bahwa saat ini umat Islam juga sedang melemah persatuannya. Buktinya banyak ada adu domba dan kriminalisasi.
baca juga : Saat Berkunjung ke Ponpes Al Fatah Temboro, Ketua DPD RI Bertemu Wali Kota Bengkulu
“Yang penting sekarang persatuan umat Islam perlu diperkuat. Supaya negara lebih baik dan yang terpenting bisa bareng-bareng masuk surga,” ujarnya.
Gus Ubed mengajak LaNyalla selalu silaturahmi dan memelihara hubungan baik dengan kyai, ulama dan pondok pesantren.
“Karena menurut saya hubungan itu lebih baik karena agama. Kalo hubungan hal lain, misal politik atau apa, pasti tidak awet,” ucapnya.
Disinggung juga soal penyelenggaraan ibadah haji yang dibatalkan oleh pemerintah. Gus Ubed menyayangkan hal itu.
“Kasian jamaah yang sudah sepuh, tidak jadi berangkat. Semoga dana hajinya yang sudah disetor masih ada,” canda Gus Ubed. (*)

