“Saya melihat bahwa progres selama dua tahun, pertama Alhamdulillah Seko, ini apapun yang kita bangun, Menara Gading pun seperti apa kita bangun. Tetapi kalau daerah tersolir masih ada berarti kita belum menjalankan Sila Ke-5 Pancasila,” sebutnya.
Demikian juga untuk pembangunan jalan Bua-Rantepao sepanjang 30 kilometer dan diharapkan sudha tuntas 2021; Proses pengaspalan jalan Bone-Pangkep sepanjang 13 kilometer dari total 19,9 kilometer; Pembangunan jalan Lejja-Soppeng-Barru, dengan selesainya jalan ini nanti akan memangkas sekitar 100 kilometer dari Barru – Soppeng.
Pemprov Sulsel juga memberikan belanja bantuan keuangan didasarkan pada pertimbangan untuk mengatasi kesenjangan fiskal, membantu pelaksanaan urusan pemerintahan daerah yang tidak tersedia alokasi dananya serta dalam rangka kerjasama antar-daerah dengan memperhatikan kemampuan keuangan daerah.
Pemberian Bantuan Keuangan Daerah tersebut bersifat khusus yaitu khusus digunakan untuk membantu capaian kinerja program prioritas pemerintah daerah penerima bantuan keuangan sesuai dengan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan penerima bantuan. Hingga tahun 2020 Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah menggelontorkan Bantuan Keuangan sebesar Rp905 milyar kepada Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan.

“Tentu kami bersama bupati-wali kota, setiap tahun kita menyiapkan anggaran dalam bentuk Keuangan Daerah. Ini juga tentu akan memberikan dampak terhadap percepatan pembangunan di daerah,” ujar mantan Bupati Banteang ini.
Imbuhnya, ini dilakukan semata-mata, untuk menambah kapasitas fiskal kabupaten-kota, jika melihat betapa besar beban kerja pemerintah daerah dengan keterbatasan fiskal sehingga belum mampu untuk menghadirkan secara cepat, dengan bantuan keuangan daerah ini banyak yang bisa dilakukan termasuk mempercantik kawasan wisata, membangun akses menuju kawasan wisata, menata kota dan sebagainya.
Dalam hal penanganan Covid-19 Pemerintah Sulawesi Selatan. Anggaran yang disiapkan melalui relokasi anggaran APBD 2020 sebesar Rp500 miliar yang terdiri dari Kinerja Kesehatan sebesar Rp301 miliar, Dampak Ekonomi sebesar Rp157 miliar, dan Social Safety Net sebesar Rp41 miliar, dengan total realisasi anggaran mencapai Rp156 miliar. Masih minimnya serapan anggaran karena selama ini Pemprov Sulsel menerima banyak bantuan dari berbagai pihak baik unsur lembaga atau perusahaan BUMN, maupun swasta dan masyarakat umum.
Tingginya rasa kepedulian ditengah pandemi sehingga banyaknya bantuan di lapangan untuk membantu meringankan warga terdampak Covid-19. Bantuan ini terus mengalir baik dalam bentuk sembako, alat pelindung diri (APD) ataupun bantuan lainnya.

