Hari Lahir Pancasila 2026, Kiprah ASN Perantau Bulukumba Jadi Potret Birokrasi Inovatif dan Berintegritas

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 menjadi momentum untuk melihat bagaimana nilai-nilai dasar negara diwujudkan dalam pelayanan publik.

Salah satunya tercermin melalui kiprah ASN muda asal Bulukumba yang mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Angkatan XVII, XVIII, dan XIX Tahun 2026 di Balai Besar Pengembangan Kompetensi Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri (BBPK-APDN) Wilayah IV Makassar.

Latsar yang berlangsung sejak Februari hingga Mei 2026 tersebut tidak hanya membentuk karakter ASN, tetapi juga melahirkan berbagai inovasi yang bertujuan meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Dorong ASN Wajib Menulis Buku, Targetkan Ratusan Karya Tiap Tahun

Tiga peserta asal Bulukumba menjadi sorotan berkat gagasan aktualisasi yang mereka kembangkan di instansi masing-masing. Muh. Fajar Fikriansyah B, yang bertugas di Badan Kesbangpol Sulsel, menggagas penguatan literasi politik melalui optimalisasi media dan publikasi untuk mendorong partisipasi serta pengawasan publik terhadap partai politik.

Sementara itu, Anisa Amalyah Fajri Matoa dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Sulsel menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) penghapusan Barang Milik Daerah (BMD) guna memperkuat tata kelola aset dan meminimalkan risiko maladministrasi.

Di Kabupaten Polewali Mandar, Ahmad Robbani yang bertugas sebagai petugas pemadam kebakaran menghadirkan inovasi digital bertajuk “SINERGI” (Sistem Integrasi Data dan Ekosistem Ruang Digital).

Inovasi ini dirancang untuk menata pengelolaan data operasional secara terintegrasi dan lebih efisien melalui ekosistem digital berbasis Google Workspace.

Baca Juga : Wakil Wali Kota Makassar Hadiri Penetapan Komcad ASN Sulsel 2026, Tegaskan Penguatan Bela Negara

Ketiganya menilai pengalaman merantau menjadi bagian penting dalam membangun karakter, kemandirian, dan integritas sebagai aparatur negara.

Tantangan hidup jauh dari kampung halaman justru menjadi ruang pembelajaran untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik di daerah penugasan.

Keberhasilan para CPNS tersebut juga didukung oleh peran para widyaiswara BBPK-APDN IV Makassar, salah satunya Andi Syahraeni Dg. Te’ne, yang menanamkan nilai adaptasi, integritas, dan kolaborasi dalam menjalankan tugas sebagai ASN.

Komentar