Di tengah kondisi ini, perjuangan Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, patut disorot.
Dengan visi membangun Sidrap yang berdaya dan bebas stigma negatif, ia berupaya mengangkat citra daerah, mendorong ekonomi produktif, dan memberdayakan generasi muda agar tidak terjerumus praktik ilegal.
Namun, perjuangan itu kian berat. Berdasarkan sumber anonim, polisi di tingkat Polsek dan Polres Sidrap sebenarnya tahu semua itu, bahkan mengetahui siapa saja yang menggerakkan, mengatur, dan memimpin jaringan passobis.
Tapi anehnya, tindakan tegas nyaris tak terlihat. Aparat seolah “keenakan,” membiarkan kegiatan ini berjalan.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius: apakah diamnya aparat semata karena pembiaran, atau ada alasan lain? Sorotan kini mengarah ke Kapolda Sulsel Irjen Pol Rusdi Hartono, dan lebih luas lagi, Mabes Polri.
Jika aparat lokal tak mampu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo seharusnya turun tangan langsung, memeriksa seluruh anak buahnya, dan memastikan hukum ditegakkan tanpa kompromi.
Berdasarkan pengamatan lapangan, aktivitas kelompok berlangsung terstruktur: pagi hingga siang menyiapkan target korban, siang hingga sore mengeksekusi transaksi daring, malam hingga dini hari evaluasi dan persiapan modus esok hari.
baca juga : Ditkrimsus Polda Sulsel Pulangkan 37 Dari 40 Terduga Pelaku Pasobis Penipuan Online
Semua berjalan tanpa gangguan aparat. Mojong menjadi markas terbesar, Allakuang basis aktif anak muda, Alesalewo pusat praktik tersembunyi, dan pesisir Danau Sidenreng menyalurkan hasil penipuan ke wilayah lain.
Kini, bola panas berada di tangan aparat. Publik menanti langkah nyata: apakah tindakan tegas akan dilakukan, atau Sidrap akan terus dicap sebagai markas penipuan online Sulsel?
Liputan ini menjadi peringatan keras, sekaligus bukti bahwa praktik ilegal berskala besar tidak bisa dibiarkan, karena merusak mental dan masa depan generasi muda Sidrap, serta menjadi beban berat bagi Bupati Syaharuddin Alrif yang tengah berjuang memajukan daerahnya.
(Tim Investigatif)

