“Bukan soal mengambil alih tanggung jawab SKPD, tetapi menghilangkan pembelian berulang. Kalau satu sistem bisa dipakai bersama, kenapa harus beli sendiri-sendiri,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya integrasi layanan strategis seperti Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) agar seluruh proses dapat dipantau masyarakat secara transparan melalui LONTARA+.
“Masyarakat harus tahu berapa biayanya, ke mana uangnya, dan bagaimana prosesnya berjalan,” katanya.
Ajak Anak Muda Terlibat Digitalisasi
Di akhir arahannya, Munafri mengajak generasi muda Makassar untuk terlibat langsung dalam proyek digitalisasi pemerintahan kota.
Baca Juga : Terima Audiensi Poltekkes, Wali Kota Makassar Siap Dukung APEC Child Health Workshop
“Kita butuh anak muda yang mau bekerja bersama, mau berbagi, dan mau memperbaiki sistem. Ini kita bangun bersama-sama,” ungkapnya.
Ia menutup dengan menegaskan bahwa efisiensi dan keberhasilan digitalisasi hanya bisa dicapai jika seluruh pihak bekerja rapi dan taat pada tata kelola yang telah disepakati.
“Kalau tidak rapi dan tidak taat, efisiensi tidak akan muncul. Digitalisasi harus mempermudah, mempercepat, dan membuat semuanya transparan,” pungkasnya. (*)

