JAKARTA, KORANMAKASSAR.COM — Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menyayangkan eskalasi konflik yang kembali terjadi di kawasan Timur Tengah. Ia meminta negara-negara Islam mengedepankan dialog dan upaya diplomasi agar konflik tidak berkembang menjadi perang terbuka yang semakin luas.
Hal tersebut disampaikan Jusuf Kalla kepada wartawan usai menjadi narasumber dalam acara Kongres Umat Islam ke-VIII di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Minggu (26/07/2026).
Jusuf Kalla mengatakan, situasi Timur Tengah yang kembali memanas merupakan hal yang sangat disayangkan, terlebih sebelumnya terdapat harapan setelah adanya kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat.
“Kita sangat sayangkan apa yang terjadi makin meluas. Semula kita bergembira bahwa sudah ada kesepakatan antara Iran dengan Amerika, tapi buyar lagi, malah makin meluas,” ujar Jusuf Kalla.
Baca Juga : Jusuf Kalla: Dialog Jadi Kunci Mencegah dan Menyelesaikan Konflik
Menurutnya, negara-negara Arab dan negara Islam lainnya perlu mengambil peran untuk mendorong penyelesaian konflik melalui perdamaian.
Ia juga mengingatkan pihak-pihak yang bertikai agar menahan diri dan mengutamakan penyelesaian secara politik.
“Kita harapkan dari Timur Tengah sendiri, negara-negara Arab juga berusaha untuk mendamaikan masing-masing,” katanya.
Jusuf Kalla menyoroti konflik yang terjadi di Yaman, termasuk ketegangan antara kelompok Houthi dan pemerintah Yaman. Ia berharap seluruh pihak dapat menahan diri serta membangun kembali persatuan internal agar tidak memperburuk kondisi kawasan.
“Kita harapkan Houthi itu sendiri juga harus menahan diri untuk dengan pemerintah berdamai. Jangan dalam keadaan begini internal mereka, Yaman kacau sehingga menimbulkan masalah Timur Tengah lagi,” ucapnya.
Baca Juga : Jusuf Kalla Motivasi Siswa SMK Bengkulu: Gunakan Ilmu dan Keterampilan untuk Meraih Rezeki
Selain itu, Jusuf Kalla juga meminta negara-negara lain yang memiliki pengaruh di kawasan untuk tidak memperluas konflik ke wilayah negara lain. Ia menekankan pentingnya penghentian kekerasan sebagai langkah awal menuju perdamaian.
Ketua Umum Palang Merah Indonesia itu menegaskan, dialog menjadi kunci utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan antarnegara Islam.
“Konflik itu jangan kembali menjadi konflik terbuka. Terlalu banyak dialog antara negara-negara Islam itu,” ujar Jusuf Kalla.
Ia menyebut organisasi-organisasi internasional seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) memiliki peran penting dalam memperkuat persatuan negara-negara Islam dan mendorong penyelesaian konflik secara damai.


Komentar