MAKASSAR, KORANMAKASSAR.com — Ketua Zona Brothers Indonesia, Kahar Kantao, menyayangkan kebijakan pembatasan bagasi maskapai penerbangan yang dinilai berpotensi merugikan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya produsen oleh-oleh di berbagai daerah.
Menurut Kahar, pembatasan jumlah dan berat bagasi membuat penumpang khawatir membawa banyak buah tangan saat kembali ke daerah asal. Kekhawatiran terhadap biaya kelebihan bagasi juga dapat mengurangi minat wisatawan berbelanja produk lokal.
“Penumpang yang awalnya ingin membeli oleh-oleh untuk keluarga bisa mengurungkan niatnya karena khawatir dikenakan biaya tambahan akibat kelebihan bagasi. Kondisi ini tentu berdampak pada penjualan pelaku UMKM oleh-oleh di berbagai daerah,” ujar Kahar dalam keterangannya di Makassar.
Ia menilai, kebijakan bagasi yang terlalu ketat tidak hanya menyulitkan penumpang, tetapi juga berpotensi memengaruhi perputaran ekonomi masyarakat, terutama para pengrajin dan produsen oleh-oleh yang menggantungkan pendapatan pada sektor pariwisata.
Baca Juga : 42 Pelaku UMKM dari 21 Desa di Luwu Ikuti Pelatihan, 10 Usaha Terpilih Dapat Bantuan Modal!
Karena itu, Kahar meminta pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan, meninjau kembali kebijakan pembatasan bagasi agar tetap mempertimbangkan kepentingan penumpang dan keberlangsungan UMKM.
“Kami berharap pemerintah dapat mengevaluasi kebijakan ini agar penumpang tetap nyaman bepergian dan pelaku UMKM tidak kehilangan pasar. Perlu ada solusi yang adil bagi semua pihak,” tegasnya.
Zona Brothers Indonesia juga mendorong adanya pembahasan bersama antara Kementerian Perhubungan dan Kementerian UMKM untuk mencari solusi, termasuk kemungkinan pemberian fasilitas bagasi bagi produk oleh-oleh lokal.
Menurut Kahar, kebijakan yang berpihak pada penumpang dan pelaku usaha daerah penting untuk menjaga daya beli wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Kontak Media:
Aspri Abd. Kahar Kantao
Ketua Zona Brothers Indonesia
Telepon/WhatsApp: 082188080520
Makassar, Sulawesi Selatan


Komentar