Kemarau Picu Krisis Air di Enrekang, PDAM Terapkan Sistem Distribusi Bergilir

ENREKANG, KORANMAKASSAR.COM — Musim kemarau tahun ini membawa dampak serius terhadap layanan air bersih di Kabupaten Enrekang.

Debit air yang terus menurun membuat sejumlah bak penampungan mengalami kekeringan, terutama di Dusun Leon, Desa Rosoan, serta wilayah Malawwe.

Plt Direktur PDAM Tirta Massenrempulu, Gaswan, mengungkapkan bahwa kondisi ini memaksa pihaknya mengambil langkah darurat dengan menerapkan sistem buka-tutup aliran air.

Baca Juga : Pemkab Enrekang Gandeng BPJS Ketenagakerjaan, Pekerja Desa Dapat Santunan Kematian Rp42 Juta

Kebijakan ini dilakukan untuk memastikan distribusi air tetap merata kepada masyarakat.

“Kondisi sumber air saat ini sangat memprihatinkan. Beberapa titik bahkan sudah tidak lagi mengalir,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Sebagai bentuk antisipasi, PDAM mengatur distribusi air secara bergiliran melalui pipa induk agar tidak terjadi kekosongan pasokan di wilayah tertentu.

Masyarakat pun diimbau untuk memahami situasi yang terjadi serta menyiapkan penampungan air guna menghadapi keterbatasan suplai.

Baca Juga : Program Bedah Rumah Masuk Enrekang, 20 Unit BSPS Dialokasikan untuk Dua Desa

“Kami berharap masyarakat dapat bersabar dan bekerja sama. Ini adalah langkah darurat agar pelayanan tetap berjalan di tengah kondisi alam yang ekstrem,” tambah Gaswan.

Situasi ini menjadi peringatan penting bagi ketahanan air di Kabupaten Enrekang, khususnya saat menghadapi musim kemarau panjang.

Diperlukan upaya bersama antara pemerintah daerah dan PDAM untuk terus memantau kondisi serta menghadirkan solusi berkelanjutan demi memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. (FungFi)