“Kita harus menanam sebanyak-banyaknya pohon seumur hidup kita. Paling tidak 25 batang pohon setiap orang seumur hidupnya. Yaitu, ditanam 5 pohon saat di SD, 5 saat di SMP dan 5 saat di SMA dan 5 saat kuliah, serta nanti 5 lagi saat menikah. Jangan lupa, pohonnya dirawat dan dipelihara juga,” ujar Menteri Siti.
Satu hal lagi, Menteri Siti berpesan agar anak-anak Indonesia mencintai flora dan fauna. Banyak jenis tanaman dan satwa yang unik bahkan terancam punah, sehingga mereka juga perlu belajar agar dapat melestarikannya.
“Saya juga terus berharap, anak-anak untuk tetap semangat belajar, agar bisa mencapai cita-cita dan turut bersama-sama melestarikan lingkungan,” katanya.
baca juga : KLHK Lepasliarkan Satwa Dilindungi dan Restocking Satwa Hasil Penangkaran di Jambi
Pada momen penting tersebut, Menteri Siti menyampaikan apresiasi kepada para guru, komunitas pendidikan dan pendongeng atas semua sumbangsih bagi pendidikan di Indonesia, secara khusus bagi pendidikan lingkungan.
“Saya berharap kita dapat saling bertukar informasi dan pengalaman untuk memajukan dunia pendidikan, menciptakan Generasi Penerus Bangsa yang cerdas dan punya kepedulian tinggi terhadap lingkungan,” pungkasnya.
Kegiatan webinar ini merupakan rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup yang diperingati tanggal 5 Juni setiap tahunnya. Selain Menteri LHK Siti Nurbaya, turut hadir dan membagikan ceritanya yaitu Plt. Dirjen PDASRH/Kepala BP2SDM Helmi Basalamah, Officer in Charge UNESCO Office Jakarta Regional Science Bureau for Asia and the Pacific Hans Dencker Thulstrup, Asisten Deputi Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar dan Menengah Kemenko PMK Wijaya Kusumawardhana, Direktur Sekolah Dasar Kemendikbudristek Sri Wahyuningsih, perwakilan International Lake Environment Committee Foundation (ILEC) Shigekazu Ichiki dan pendongeng serta perwakilan anak-anak dari seluruh Indonesia melalui tayangan video. ___

