Appi bahkan mengusulkan agar kader Muhammadiyah dapat membina minimal dua lorong sebagai proyek percontohan pengelolaan sampah terintegrasi.
“Dari sampah menjadi maggot, dari maggot menjadi pakan ternak, dari kompos menjadi pupuk, lalu dimanfaatkan untuk urban farming. Ini sistem yang saling terhubung dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan bahwa Makassar tengah membuka peluang investasi besar melalui proyek pembangkit listrik berbasis sampah dengan nilai mencapai Rp3 triliun, sebagai solusi berkelanjutan terhadap persoalan lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Buka Seleksi Transparan Kapus, Akhiri Era Plt di 47 Puskesmas
Menutup sambutannya, Appi menegaskan bahwa tantangan pembangunan ke depan hanya bisa diselesaikan melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Tidak ada yang bisa dilakukan sendiri tanpa kerja sama,” pungkasnya. (*)

