MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) menggelar aksi unjuk rasa di pertigaan Jalan Hertasning–Jalan AP Pettarani, Makassar, Kamis (11/6/2026).
Dalam aksi tersebut, massa membentangkan spanduk bertuliskan “Rezim Prabowo-Gibran: Pengkhianat Rakyat” serta menyuarakan sejumlah tuntutan kepada pemerintah.
Di antaranya mendesak stabilisasi nilai tukar rupiah, menolak kenaikan harga BBM jenis Pertamax, dan meminta pencabutan Undang-Undang Polri.
Sebagai bagian dari aksi, demonstran membakar ban bekas di badan jalan, memblokade sebagian ruas jalan, serta menghentikan sebuah truk tronton yang kemudian digunakan sebagai mimbar orasi.
Baca Juga ; GAM Desak Polrestabes Makassar Usut Tuntas Kasus Perampasan HP di Sekitar Makodam Hasanuddin
Koordinator lapangan aksi, Tegu, menyatakan demonstrasi tersebut merupakan bentuk protes terhadap berbagai persoalan yang dinilai semakin membebani masyarakat.
Menurutnya, pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret untuk menjawab keresahan publik.
“Langkah cepat dan tepat dari pemerintah diperlukan untuk menjawab keresahan publik dan memastikan setiap kebijakan tetap berpijak pada kepentingan rakyat,” ujarnya saat berorasi.
Sementara itu, Panglima Besar GAM, Fajar Wasis, menilai sejumlah persoalan yang berkembang saat ini menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap berbagai kebijakan pemerintah.
Baca Juga : Koalisi Pemuda Kerakyatan Gowa Ultimatum Pemkab dan DPRD, Soroti Transparansi Beautiful Malino
Dalam orasinya, ia menyampaikan kritik bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran dinilai belum mampu memenuhi harapan masyarakat dan menyerukan evaluasi terhadap kebijakan-kebijakan yang dianggap merugikan rakyat.
Aksi berlangsung di kawasan Hertasning–Pettarani dengan pengawalan aparat kepolisian guna menjaga situasi tetap kondusif dan mengantisipasi gangguan terhadap arus lalu lintas. (*)


Komentar