SIDRAP, KORANMAKASSAR.COM — Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 115 menghadirkan inovasi ramah lingkungan melalui pemanfaatan limbah kulit jeruk dan daun kemangi sebagai bahan dasar pembuatan lilin aromaterapi pengusir nyamuk. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Kelurahan Rijang Pittu, sabtu (17/01/2026).
Program tersebut merupakan program kerja individu salah satu mahasiswa KKN-T Unhas Gelombang 115. Inovasi ini dilatarbelakangi oleh melimpahnya daun kemangi di sepanjang jalan Kelurahan Rijang Pittu serta limbah kulit jeruk dari para penjual jus yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Lilin aromaterapi ini tidak hanya bernilai inovatif, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan, khususnya bagi masyarakat, ibu hamil, dan balita.
Baca Juga : Mahasiswa KKN Unhas Sulap Batang Sereh Jadi Spray Anti Nyamuk Ramah Lingkungan di Sidrap
Kandungan minyak atsiri alami yang terdapat pada kulit jeruk dan daun kemangi mampu menghasilkan aroma khas yang berfungsi sebagai repellent atau pengusir nyamuk secara alami dan aman.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unhas ingin menunjukkan bahwa limbah organik yang kerap dianggap sepele ternyata memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai guna tinggi, sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.
Kepala Kelurahan Rijang Pittu, Hairuddin, S.A.B., mengapresiasi terobosan yang dilakukan mahasiswa KKN tersebut.
“Baru kali ini ada mahasiswa KKN yang datang dan langsung menawarkan program kerja yang sangat berguna bagi masyarakat, khususnya bagi ibu hamil dan balita,” ujarnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh perwakilan kader Posyandu Lingkungan 1 dan 2.
Baca Juga : KKN-T 115 Unhas Dorong Kemandirian Desa Teppo Lewat Inovasi Pertanian
“Kami sangat mengapresiasi produk inovatif ini. Lilin aromaterapi ini sangat membantu dalam pengusiran nyamuk sekaligus memberikan efek aroma terapi yang aman bagi ibu hamil dan balita,” ungkapnya.
Sementara itu, Rahmat, mahasiswa Program Studi Proteksi Tanaman Angkatan 2023 selaku penggagas produk, berharap inovasi ini dapat diterima dan dikembangkan oleh masyarakat setempat.
Ia berharap setelah kegiatan pembuatan lilin ini, para kader posyandu dan ibu-ibu hamil dapat mempraktikkan secara mandiri proses pembuatannya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat Kelurahan Rijang Pittu. (*)

