2. Kemampuan BKI dalam hal meraih pasar domenstik dan Internasional.
Baru-baru ini pemerintah melalui Direktorat Perhubungan Laut mendapatkan prestasi yang cukup baik yaitu; berhasil membuat Indonesia masuk ke dalam kriteria White List dalam Tokyo MoU. Hal ini didasari atas hasil Annual report Tokyo MoU 2020 atau laporan tahunan yang dikeluarkan oleh Tokyo MoU. Dengan begitu kapal-kapal berbendera Indonesia dapat berlayar mengantarkan muatannya di pelabuhan-pelabuhan Internasional.
Namun sampai saat ini penulis belum menemukan rencana kongkrit BKI dalam hal ini berkolaborasi dengan pemerintah untuk melibatkan BKI melakukan survei dan sertifikasi statutoria kapal berbendera Indonesia yang beroperasi di luar negeri dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut kepada BKI.
3. Kepemimpinan dalam internal BKI
Jika melihat uraian di atas kita tidak melihat kemajuan yang signifikan terhadap BKI. Padahal Presiden telah menekankan kepada pimpinan-pimpinan instansi negara termaksud BUMN agar tidak bekerja berdasarkan rutinitas belaka, tetapi mempunyai inovasi-inovasi untuk mencapai target-targetnya. Tentu kemajuan pada Biro Klasifikasi Indonesai berkaitan erat dengan visi dan kinerja pemimpinnya.
baca juga : Presiden: Ubah Struktur Ekonomi Berbasis Komoditas Menjadi Ekonomi Berbasis Inovasi Teknologi
Jika seperti ini kondisi BKI, ada pribahasa lama mengatakan, jika sudah bisa menyelesaikan tugas yang kecil maka boleh mengambil tugas yang lebih besar. Dengan pribahasa ini penulis hendak mengatakan mengerjakan tugas internalnya saja BKI masih terseok-seok bagaimana bisa memimpin BUMN jasa survei ? Maka BKI harus banyak berbenah.

