MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Koalisi Gerakan Rakyat (KGR) merilis pernyataan sikap menjelang peringatan May Day 2026 di Makassar. KGR menegaskan momentum Hari Buruh harus menjadi ajang konsolidasi perjuangan buruh dan rakyat dalam menghadapi ketimpangan sosial dan ekonomi.
Dalam pernyataannya, KGR menilai May Day bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan simbol perjuangan panjang kelas pekerja melawan ketidakadilan.
Di Indonesia, persoalan ketenagakerjaan dinilai masih ditandai oleh sistem kerja kontrak dan outsourcing yang memicu ketidakpastian kerja, upah rendah, serta meningkatnya kasus pemutusan hubungan kerja (PHK).
KGR juga menyoroti gelombang PHK dalam beberapa tahun terakhir sebagai indikator lemahnya perlindungan terhadap buruh.
Baca Juga ; Pra May Day Makassar Memanas, Buruh hingga PKL Turun Jalan Tuntut Keadilan
Selain itu, kebijakan penataan kota yang berdampak pada penggusuran pedagang kaki lima dan pasar tradisional tanpa solusi dinilai turut mempersempit ruang hidup masyarakat kecil.
Isu agraria turut menjadi perhatian. KGR menilai konflik lahan antara masyarakat dan korporasi terus meningkat akibat ketimpangan penguasaan tanah yang dinilai semakin terkonsentrasi pada kelompok tertentu.
Di sisi lain, pelaksanaan May Day Fest 2026 di Makassar diapresiasi sebagai pendekatan baru yang lebih inklusif dan humanis, dengan melibatkan buruh, petani, pedagang, mahasiswa, hingga pemerintah. Rangkaian kegiatan meliputi jalan sehat, rapat akbar, bazar UMKM, dan panggung rakyat.
Melalui momentum ini, KGR menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain pengesahan undang-undang ketenagakerjaan baru, penghapusan outsourcing, penolakan upah murah, perlindungan bagi buruh terdampak PHK, serta penghentian praktik union busting.
Selain itu, KGR juga mendorong jaminan sosial yang adil, penyediaan perumahan layak, pengendalian harga kebutuhan pokok, serta perlindungan bagi pedagang kecil.
Baca Juga : Amankan May Day 2026, Polda Sulsel Kerahkan 2.181 Personel Gabungan, Siap Jaga Situasi Tetap Kondusif
Dalam sektor agraria, KGR menuntut pelaksanaan reforma agraria sejati dan kepastian hak atas tanah bagi masyarakat.
Sebagai solusi, KGR menawarkan penguatan industrialisasi nasional, perluasan akses pendidikan, serta pengelolaan aset strategis yang berpihak pada kepentingan rakyat.
Pernyataan ini didukung berbagai organisasi buruh, mahasiswa, dan komunitas masyarakat sebagai bentuk komitmen bersama memperjuangkan keadilan sosial.
KGR menegaskan, May Day 2026 harus menjadi titik awal memperkuat solidaritas dan perjuangan kolektif demi sistem yang lebih adil bagi seluruh rakyat. (*)

