MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, mengajak para muballigh berperan aktif mengedukasi masyarakat dalam pengelolaan sampah, terutama melalui kebiasaan memilah dan mengurangi sampah dari rumah.
Ajakan tersebut disampaikan Melinda saat menjadi narasumber Diskusi Bulanan DPP Ikatan Masjid Mushalla Indonesia Muttahidah (IMMIM) bertema “Muballigh dan Spirit Kemerdekaan untuk Makassar Bersih” di Gedung 2 IMMIM, Kamis (20/8/2026).
Melinda menegaskan, persoalan sampah membutuhkan kolaborasi pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat. Muballigh dinilai memiliki posisi strategis untuk menanamkan kesadaran menjaga kebersihan dan lingkungan melalui ceramah serta kegiatan keagamaan.
Ia menjelaskan, sekitar 60 persen sampah yang masuk ke TPA merupakan sampah organik, terutama sisa makanan dan sampah rumah tangga. Karena itu, pengurangan sampah harus dimulai dari sumbernya agar volume yang berakhir di TPA semakin berkurang.
Baca Juga ; Ketua PKK Makassar Ajak Warga Wajo Pilah Sampah dari Dapur
“Kalau kita bisa menyelesaikan sampah dari rumah, dari RT dan RW, maka sampah yang keluar ke kecamatan akan semakin sedikit. Sampah yang sampai ke TPA juga akan semakin berkurang,” ujarnya.
Sebagai bagian dari penguatan pengelolaan sampah dari hulu, jumlah Bank Sampah Unit (BSU) di Makassar kini berkembang dari kisaran 300-an menjadi mendekati 700 unit. Perkembangan ini menunjukkan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam mendukung gerakan pengurangan sampah.
Melinda juga mengingatkan bahwa pemilahan sampah dapat dilakukan secara sederhana tanpa harus membeli tempat sampah baru. Warga cukup memanfaatkan wadah yang tersedia di rumah untuk memisahkan sampah organik, anorganik, dan residu.
Sementara itu, pembenahan TPA Makassar dilaporkan telah mencapai sekitar 91 persen sebagai bagian dari upaya memperbaiki sistem pengelolaan sampah dan beralih dari metode open dumping menuju sistem yang lebih sesuai dengan ketentuan lingkungan.
Baca Juga : Melinda Aksa Ajak Kader PKK Kecamatan Makassar Jadi Pelopor Kelola Sampah
Menurut Melinda, keberhasilan pembenahan persampahan tidak hanya bergantung pada infrastruktur dan kebijakan pemerintah, tetapi juga pada perubahan perilaku masyarakat secara konsisten.
Ia berharap diskusi bersama DPP IMMIM dapat memperkuat sinergi pemerintah dan tokoh agama dalam membangun budaya hidup bersih, sekaligus menjadikan masjid dan mushalla sebagai pusat edukasi lingkungan.
“Spirit kemerdekaan juga berarti kita berani berubah. Mari kita mulai dari hal yang paling sederhana, memilah sampah dari rumah dan menjaga lingkungan kita bersama,” pungkasnya. (*)

