“Saya berharap minimal setiap RW memiliki satu sistem pengelolaan sampah yang aktif. Hari ini kita juga menghadirkan berbagai kelas pelatihan agar masyarakat tidak hanya memahami teori, tetapi langsung memiliki keterampilan mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.
Melinda menambahkan, kolaborasi lintas perangkat daerah dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya membangun ekonomi sirkular. Sampah organik yang dikelola melalui komposter maupun maggot dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung urban farming dan ketahanan pangan keluarga.
“Ketika sampah bisa diolah menjadi kompos, dimanfaatkan untuk menanam sayur, lalu hasil panennya kembali dikonsumsi masyarakat, maka kita sedang membangun siklus yang saling menguatkan. Inilah semangat ekonomi sirkular yang ingin terus kita dorong di Makassar,” jelasnya.
Baca Juga : Pimpin Rakor Penanganan Sampah, Melinda Aksa Dorong Kolaborasi Wilayah dan Penguatan Bank Sampah
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmy Budiman, mengatakan bahwa Jelajah Sampah DLH akan dilaksanakan secara bergilir di seluruh 15 kecamatan di Kota Makassar. Panakkukang menjadi lokasi pertama pelaksanaan tahun ini.
Ia menjelaskan, program yang telah berjalan sejak 2025 tersebut merupakan gerakan edukatif sekaligus aksi nyata untuk memperkuat target Makassar Bebas Sampah 2029 melalui peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah dari sumbernya.
Di kesempatan yang sama, Camat Panakkukang Syahril menyampaikan bahwa wilayahnya saat ini telah memiliki sekitar 50 unit urban farming dan puluhan bank sampah yang terus dikembangkan. Meski baru sekitar 20 persen masyarakat yang secara mandiri memilah sampah, partisipasi para Ketua RT dan RW dalam gerakan tersebut telah mendekati 100 persen.
Pemerintah Kecamatan Panakkukang pun menargetkan pada tahun 2027 sedikitnya 50 persen masyarakat telah membiasakan pemilahan sampah dari rumah masing-masing.
Baca Juga : Pimpin Rapat TPA Tamangapa, Melinda Aksa Tekankan Percepatan Perbaikan dan Tata Kelola Lingkungan
Melalui Gerakan Jelajah Sampah DLH, Pemerintah Kota Makassar berharap pengelolaan sampah tidak lagi dipandang sebagai kegiatan sesaat, melainkan menjadi kebiasaan, gaya hidup, dan budaya baru masyarakat.
Dengan keterlibatan aktif RT, RW, pemerintah, dan warga, cita-cita mewujudkan Makassar yang bersih, hijau, produktif, dan bebas sampah diharapkan dapat tercapai secara berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Zainal Ibrahim, jajaran pengurus DLH, para anggota Dewan Lingkungan Hidup, Ketua TP PKK Kecamatan Panakukang Qalby Ahmad, para lurah sekecamatan Panakukang, serta para RT/RW Kecamatan Panakukang. (*)


Komentar