Panggilan Kemanusiaan Dorong Dumondo Bantu Pemerintah dalam Upaya Penanggulangan Terorisme

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Penanggulangan terorisme dari hulu ke hilir bukan hanya tanggung jawab aparat keamanan atau badan tertentu, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh komponen bangsa dan seluruh lapisan masyarakat dari seluruh kalangan dan profesi.

Dari kalangan profesi koranmakassar.com menemukan satu sosok, seseorang yang berprofesi sebagai notaris yang begitu antusias mengambil bagian membantu pemerintah dalam menanggulangi radikal terorisme di Sulsel. Sosok tersebut adalah Bapak Dumondo Yan Tosingke, S.H., M.H., yang akrab disapa dengan panggilan Yan.

Menurut Yan, dirinya merasa terpanggil untuk turut dalam kegiatan penanggulangan terorisme karena didasari oleh panggilan kemanusiaan.

“Sebagai warga negara, dari sisi kemanusiaan, saya terpanggil untuk turut membantu pemerintah dalam kegiatan penanggulangan terorisme di negeri ini, khususnya di Sulsel,” jelasnya kepada koranmakassar.com saat ditemui di ruang kerjanya, di Kawasan Sudiang Raya Makassar, Sabtu (25/02/2023).

Lebih lanjut penggemar olah raga mini soccer ini juga mengatakan bahwa terlepas dari masa lalu mereka yang kelam, mereka (mantan Napiter, red), juga adalah manusia yang butuh hidup dan kehidupan, sehingga tidak ada salahnya bila kita turut membantu meringankan beban ekonomi keluarga mereka yang pada umumnya porak-poranda akibat kesulitan mendapatkan pekerjaan, atau menciptakan lapangan kerja sendiri usai keluar dari penjara.

“Tidak mudah menerobos stigma sebagai mantan teroris yang sudah terlanjur disematkan masyarakat kepada mereka sehingga membuat langkah mereka dalam lingkungan masyarakat sangat terbatas,” tambahnya.

baca juga : Kunjungan ke Rumah Tahfidz Az-Zahidah, BNPT Serahkan Bantuan Sajadah dan Alat Tulis

Oleh karena itu, lanjut Yan, tanpa membawa-bawa latar belakang profesi sebagai notaris, tidak ada salahnya kita turut membantu mereka, membantu pemerintah dalam program Deradikalisasi yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dengan harapan para mantan Napiter yang kini telah menjadi mitra binaan BNPT dapat meninggalkan masa lalu mereka, dan kembali hidup normal seperti warga masyarakat lain pada umumnya.

Sebagai informasi, selama ini notaris lulusan fakultas hukum Universitas Airlangga ini terinfo sudah sering memberikan bantuan paket bahan makanan kepada keluarga mantan Napiter di Makassar, terutama di kawasan Villa Mutiara Bulurokeng dan di Kawasan Sudiang Makassar, bahkan sempat melakukan kunjungan ke usaha peternakan Sapi yang dikelola oleh salah seorang mantan Napiter di Tomoni Luwu Timur. (Junaid)

Editor      : Nhana