oleh

Pasca Insiden di Rujab, Iqbal Suhaeb Sambangi Ruangan Kasatpol PP

Pantau Covid-19

Pantau Corona-Covid19

Nasional
Recovered (SEMBUH) : 192
Active Cases (POSITIF) : 2,491
Dead (MENINGGAL) : 209

Sulawesi Selatan

Kasus Sembuh

19

Kasus Positif

113

Kasus Meninggal

6

Total Kasus

138

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.com –
Didampingi sejumlah kepala SKPD lingkup Pemkot Makassar, Iqbal Samad Suhaeb mendatangi langsung Kasatpol PP di ruang kerjanya di lantai I gedung Balai Kota Makassar, Rabu (26/2/2020) sore.

Kehadiran orang nomor satu kota Makassar ini bermaksud mengklarifikasi sekaligus menjernihkan persoalan yang terjadi siang tadi terkait luapan emosi Kasatpol PP Makassar yang dipicu oleh ucapan staf BKD di halaman Rujab Wali kota Makassar.

“Saya ingin mengetahui persis kronologis kejadian tadi siang, ternyata itu persoalan yang sudah selesai, tetapi ada anak anak ini (junior) yang terkesan menggurui, memberikan penjelasan tambahan,” ujar Pj Wali kota Makassar Iqbal Suhaeb kepada Wartawan usai pertemuan tertutup dengan Kasatpol PP Makassar.

Menurut Iqbal persoalan tersebut ditenggarai adanya miss informasi tentang mekanisme sistem pembayaran tunjangan kinerja (TPP) yang belum sampai ke tingkat pimpinan. sehingga mengakibatkan perbedaan pandangan dikalangan staf.

Baca  Juga : Usai Audiens, Kasatpol PP Makassar Semprot Operator BKD

“Mekanisme sistem pembayaran tunjangan kinerja selama ini baru tersosialisasikan di tingkat operator masing masing unit kerja, belum sampai ke tingkatan pimpinan. Nah di sinilah karena operator belum menyampaikan ke seluruh pegawai di satuan kerjanya sehingga masih berbeda pandangan.” terangnya.

Iqbal menuturkan penilaian tunjangan penghasilan sistem E-Kinerja ada mekanismenya, Ia mencontohkan jika ada pegawai yang tidak hadir karena sakit harus menyertakan surat keterangan dokter agar tidak terjadi pemotongan. Begitupun jika ada penugasan di luar kantor jika tidak melakukan absen elektronik, maka harus menyertakan surat tugas.

“Ada masa sanggah namanya, harus memasukkan keterangan sakit atau surat tugas ke sistem sehingga tercatat tidak absen. Inilah yang belum tersosialisasi dengan baik.” ucapnya.

Lebih lanjut Iqbal merencanakan untuk sosialisasi tentang penerapan penilaian kinerja berbasis elektronik di tingkat pimpinan SKPD akan dilakukan senin depan. (Illo)

Loading...

News Feed