Pasca Pembunuhan Salma, Bupati Enrekang Turun Langsung Redam Amarah Massa

ENREKANG, KORANMAKASSAR.COM — Suasana Kabupaten Enrekang memanas pasca pembunuhan yang menimpa Salma. Massa yang diliputi duka dan emosi sempat mendatangi serta merusak rumah yang disebut sebagai kediaman tersangka pelaku.

Merespons situasi tersebut, Bupati Enrekang H. Yusuf Ritangga turun langsung menemui warga pada Sabtu malam (22/8/2026). Kehadirannya untuk meredam ketegangan sekaligus mengajak masyarakat menahan diri dan menjaga keamanan.

Sebagai bagian dari keluarga besar Sossok, Bupati Yusuf mengaku turut merasakan duka mendalam atas tragedi tersebut.

“Sebagai salah satu bagian dari keluarga besar Sossok, hati saya sangat terluka dan berduka atas musibah pembunuhan yang menimpa keluarga kami,” ujarnya.

Baca Juga : Enrekang Siapkan Asuransi Gagal Panen Jagung, Gandeng Jasindo

Menurutnya, kehadiran di tengah warga bukan untuk memperkeruh suasana, melainkan mengendalikan amarah dan mencegah terjadinya persoalan baru.

“Saya hadir bersama saudara-saudara saya bukan untuk memperkeruh keadaan, tetapi untuk berusaha meredam luapan amarah dan emosi yang begitu besar. Saya memahami rasa kehilangan, sakit hati dan kemarahan yang kita rasakan bersama,” katanya.

Meski demikian, Bupati mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat memperpanjang persoalan.

“Di tengah duka yang begitu dalam, saya berharap kita semua tetap mampu menahan diri. Jangan sampai kesedihan dan kemarahan ini justru menimbulkan persoalan baru yang semakin memperpanjang luka,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat mempercayakan penanganan kasus kepada aparat penegak hukum serta mengawal proses tersebut dengan kepala dingin.

Baca Juga : Yusuf Ritangnga Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Enrekang

“Biarlah proses hukum berjalan dan keadilan ditegakkan. Kita kawal bersama dengan kepala dingin agar keluarga kami mendapatkan keadilan tanpa harus ada korban dan permasalahan baru,” tambahnya.

Bupati Yusuf juga menyerukan kepada keluarga besar Sossok dan seluruh masyarakat Enrekang agar tetap menjaga persatuan dan kedamaian.

“Untuk keluarga besar Sossok, mari kita tetap kuat, bersatu dan menjaga kedamaian. Kita boleh marah, kita boleh terluka, tetapi jangan sampai kehilangan kendali,” tegasnya.

Kehadiran Bupati Enrekang di tengah masyarakat menjadi upaya untuk menjaga situasi tetap kondusif sekaligus mengingatkan warga agar menghormati proses hukum dan tidak mengambil tindakan sendiri di tengah suasana duka. (FungFi)

Komentar