Pendanaan Melalui SWF Jadi Peluang Percepat Pembangunan Infrastruktur Transportasi di Indonesia

“Dengan dibentuknya INA diharapkan melahirkan instrumen pembiayaan untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur transportasi Indonesia. Karena bangkitnya sektor transportasi menandai pulihnya ekonomi Indonesia,”ujar Menkeu.

SWF merupakan sebuah Lembaga yang mengelola aset finansial negara atau fund manager yang dibentuk oleh pemerintah sebagai kendaraan investasi milik negara untuk tujuan investasi berjangka panjang dan berisiko rendah di berbagai bidang, termasuk real estate dan infrastruktur. SWF Indonesia atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI) terwujud dengan nama Indonesia Investment Authority (INA) dan jajaran direksinya telah disahkan oleh Presiden RI Joko Widodo pada 16 Februari 2021.

INA merupakan amanat UU No 11/2020 tentang Cipta Kerja beserta aturan-aturan turunannya seperti Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74/2020 tentang Lembaga Pengelola Investasi (LPI). LPI merupakan lembaga yang diberi sejumlah kewenangan khusus (sui geneis) dalam rangka pengelolaan investasi pemerintah pusat dan bertujuan meningkatkan dan mengoptimalkan nilai investasi yang dikelola secara jangka panjang dalam rangka mendukung pembangunan secara berkelanjutan (Pasal 5 PP47/2020).

Berdasarkan data SWF di dunia terdapat 5 SWF terbesar yaitu Norway Government Pension Fund Global, China Investment Corporation, Hongkong Monetary Authority Investment Portfolio, Abu Dhabi Investment Authority, dan Kuwait Investment Authority.

baca juga : Menhub Ingatkan Seluruh Stakeholder Transportasi Tetap Waspada Cuaca Ekstrem

Webinar yang ditayangkan secara langsung di Youtube Balitbanghub151 ini juga menghadirkan pembicara lainnya yaitu : Deputi Risiko Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Ibu Nawal Nely, : Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Invesment Autority (INA) Ridha Wirakusumah.; Charge d’Affaires for the U.S. Embassy Heather Variava; Senior Infrastructure Finance Specialist, World Bank Jeffrey John Delmon.

Hadir pula sejumlah pembahas yaitu : Leonard VH Tampubolon (Deputi Bidang Pembiayaan Pembangunan, Kementerian PPN/ Bappenas), Djoko Sasono (Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan), dan Umiyatun Hayati Triastuti (Widyaiswara Ahli Utama, Kementerian Perhubungan). (AH/RDL/LA/JD)