JAKARTA, KORANMAKASSAR.COM — Pengamat kebijakan publik sekaligus Co-Founder Forum Intelektual Muda (FIM), Muhammad Sutisna, mendorong evaluasi tata kelola perdagangan nasional di tengah tantangan ekonomi global dan domestik.
Menurut Sutisna, Indonesia membutuhkan kebijakan perdagangan yang lebih adaptif, mampu melindungi industri dalam negeri, serta memperkuat kedaulatan ekonomi.
Karena itu, ia menilai pergantian Menteri Perdagangan dapat menjadi langkah strategis untuk mempercepat pembenahan sektor perdagangan.
Sutisna menyebut sosok yang dibutuhkan harus memiliki pengalaman, kredibilitas, serta rekam jejak dalam menggerakkan sektor riil.
Baca Juga : Benteng Rotterdam Siap Direvitalisasi, Wali Kota Makassar Dampingi Menteri Kebudayaan RI
Ia menilai Harvick Hasnul Qolbi sebagai salah satu figur potensial untuk mengisi posisi tersebut. Harvick disebut memiliki pengalaman sebagai Wakil Menteri Pertanian dan pernah menjalankan tugas sebagai Plt Menteri Pertanian pada periode pemerintahan sebelumnya.
“Kalau kami ditanya siapa sosok yang mampu mengubah wajah perdagangan, tentu yang memiliki pengalaman, Harvick Hasnul Qolbi,” ujar Sutisna di Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Selain pengalaman di pemerintahan, Sutisna menilai Harvick memiliki jejaring sosial dan keagamaan yang dapat menjadi modal dalam menjembatani kepentingan ekonomi domestik dan global.
Baca Juga : Inkonsisten Soal Minyakita, Presiden Harus Reshuffle Menteri Perdagangan
Menurutnya, Harvick juga berpotensi memperkuat kebijakan ekspor-impor, melindungi industri lokal, sekaligus mendorong ekspor produk bernilai tambah tinggi.
“Harvick pilihan yang tepat dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya di sektor perdagangan,” pungkasnya. (*)


Komentar