Sebelumnya Ketua PERHATI-KL Cabang Sulselbar, Maluku dan Papua, Dr.dr. Masyita Gaffar, menjelaskan WHD diperingati setiap Tanggal 3 Maret setiap tahun, kick off tahun ini ditandai dengan acara car free day, dirangkaikan dengan senam jantung sehat, pembagian leaflet, pemeriksaan kesehatan telinga, penyuluhan dan zumba.
Rangkaian kegiatan yang sudah terlaksana antara lain skrining pendengaran pada bayi, penyuluhan penyuluhan di instansi pemerintah dan swasta, pemeriksaan kesehatan telinga, bersih bersih telinga, podcast, siaran radio dan live streaming.
Dengan tema tahun ini adalah Peduli Telinga & pendengaran Untuk Semua! Mari Kita Wujudkan.
Ditambahkan Ketua PERHATI-KL Sulselbar, Maluku, Papua, Kementrian Kesehatan menyatakan gangguan pendengaran merupakan penyebab tertinggi ke 4 untuk disabilitas secara global, dimana dampak dari gangguan pendengaran sangat luas yang akan menurunkan kualitas SDM.
baca juga : Peringatan Hari Kanker Anak Internasional, dokter Koboi Alumni Prominens FK UMI Rela Gundul
Upaya penanggulangan gangguan pendengaran secara langsung bertujuan untuk mencapai sustainable development goals, dimana hal ini berkaitan dgn pengentasan mendapatkan pendidikan yang berkualitas, kesempatan akan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.
Menurut WHO, saat ini tercatat 1,5 miliar org atau 20 % populasi global, hidup dgn gangguan pendengaran, pada tahun 2050, WHO memperkirakan 700 juta orang akan mengalami gangguan pendengaran. (*)

