Refleksi 11 Tahun, Pendiri : Para “Penusuk” di IWO Pasti “Busuk”

WAKTU DAN PIKIRAN TERCURAH UNTUK IWO

Mulai saat itulah kami mulai bergerilya kesana ke mari. Hampir bersamaan waktunya saat itu, kami bertiga ditambah teman lain bersepakat mendirikan Perusahaan Terbatas (PT) untuk menjadi payung hukum media online. Meskipun saat itu saya sendiri sudah menjadi Redaktur pada media online. Sementara, Budi Chandra tercatat sebagai seorang fotografer di sebuah media.

Berjalannya waktu, sesuai tugas masing-masing yang telah menjadi kesepakatan saya mulai “tabrak sana sini”. Pada saat itu saya mulai kasak kusuk serta mengajak 15 orang lebih teman wartawan untuk bergabung di IWO. Sementara, Iskandar Sitorus mengajak kawannya yang bisa dihitung jari.

Banyak pertanyaan dari mulut kawan-kawan wartawan saat itu. IWO siapa yang punya?. Siapa orang dibelakang IWO?. Apa tujuannya IWO? Banyak lah pertanyaan dari mereka. Ya, saya jawab dan ceritakan apa adanya sama mereka.

Ket. Foto : WItanto pendiri sekaligus mantan Sekjen IWO pertama

Sebenarnya, banyak yang tidak mau bergabung pada awal IWO berdiri. Bahkan, saya sempat berpikir begini ya susahnya mendirikan sebuah organisasi.

Dengan keteguhan hati dan tekad, saya yakinkan kawan-kawan itu agar mau bergabung. Akhirnya mereka mau bergabung dan kami sepakat nama-nama kawan-kawan itu dimasukkan dalam Akta Notaris yang nantinya akan disahkan.

baca juga : PP IWO Demisioner Resmi Digugat di PN Jakarta Timur

Prinsip kami saat itu lebih banyak orang bergabung dalam IWO akan lebih bagus. Bisa menambah persaudaraan serta memberikan nuansa berbeda.

Berjalanya waktu, saat kami akan deklarasi IWO ada beberapa nama kawan yang tidak mau dimasukkan sebagai pendiri IWO. Saya hargai hal itu, karena itu hak mereka.

Hingga akhirnya, tepat pada tanggal 8 Agustus tahun 2012 kami bersepakat untuk mendeklarasikan berdirinya IWO di salah satu restoran di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.