Refleksi 11 Tahun, Pendiri : Para “Penusuk” di IWO Pasti “Busuk”

MUBES IWO KE I

Kemeriahan jelang Musyawarah Bersama atau Mubes IWO ke I pada pada tanggal 8-9 September 2017 di Jakarta saat itu mulai terasa tiga bulan sebelumnya. Karena, Mubes IWO tersebut disambut antusias anggota serta pengurus IWO dari Aceh hingga Papua.

Tercacat dalam benak saya, sekitar 28 lebih Pengurus Provinsi IWO datang menghadiri gelaran Mubes IWO yang digelar selama dua hari tersebut. Ditambah, pengurus IWO ditingkat Kabupaten/Kota datang ke acara itu. Kalau ditaksir sekitar 400 orang wartawan dari Aceh sampai Papua tumplek dalam acara itu.

Gelaran Mubes IWO ke I pun akhirnya usai. Hingga akhirnya, panitia menanggung rugi hingga puluhan juta rupiah karena kurangnya pembayaran ke pihak hotel. Kendaraan roda empat saya pun dijadikan jaminan oleh pihak hotel selama beberapa hari. Saya pun, harus dipinjami kendaraan milik kawan untuk menutup suara istri ketika ditanya saat tiba di rumah.

Ket. Foto : SC Mubes II IWO Tangerang

Pihak management hotel pun sempat ke rumah untuk menagih pembayaran. Beruntung, kurang dari 10 hari, pembayaran ke pihak hotel pun bisa diselesaikan oleh kawan-kawan panitia. Akhirnya, mobil saya pun bisa kembali.

Tujuan awal kami menggelar Mubes IWO ke I saat itu diantaranya; menjalin silaturahmi, konsolidasi organisasi, pembahasan AD/ART dan terpenting untuk mensahkan Jodi Yudono sebagai Ketua umum IWO didepan peserta Mubes menggantikan Budhi Candra yang telah mengundurkan diri.

Pasca Mubes kerikil-kerikil dalam organisasi mulai terasa bagi saya pribadi. Tapi itulah organisasi. Dalam benak saya, semakin banyak orang tentu banyak pendapat serta berbeda pandangan dan pemikiran. Itulah dinamika dalam berorganisasi. Kala itu, saya berpikir untuk mengambil hikmahnya dari kejadian itu. Karena, setiap peristiwa pasti ada hikmahnya dan “Gusti Allah Ora Sare”.

baca juga : Eks Pengurus PP IWO Demisioner Terancam Pidana Dan ganti Rugi 10 Milyar Rupiah

Bagi saya, IWO adalah rumah besar dan tidak akan pernah terlupakan. Disana, darah saya mengalir. Siang dan malam tak kenal waktu tenaga dan pemikiran saya curahkan. Dari masa ke masa IWO Tetaplah IWO. Biarlah para “penusuk'” di IWO akan “membusuk” oleh karma Tuhan yang pasti nyata terjadi.

Ketika IWO berusia 11 tahun 2023 ini saya hanya berharap IWO bisa menjadi rumah bersama yang teduh bagi semua anggotanya. Semoga, IWO tetap menjadi organisasi wartawan yang independen dan terdepan dalam memerangi berita hoaks ditengah terpaan pesatnya kemajuan teknologi. Sekali lagi, selamat HUT IWO ke 11 tahun.

Akhir kata, tidak ada manusia yang sempurna, yang sempurna hanya Tuhan Yang Maha Esa. Mohon maaf jika ada salah kata dan ucap.

Salam Indonesia Hebat

Witanto Bin Tarbit
Pendiri Ikatan Wartawan Online (IWO)