Safari Jokowi Bukan Karena Indonesia Tidak Baik-baik Saja!

“Masyarakat jangan melihat ini sebagai aktivitas politik. Lihatlah sebagai silaturahmi kebangsaan. Pak Jokowi ingin bertemu rakyat yang selama ini datang ke rumah beliau. Beliau ingin menyapa mereka, mendengar cerita mereka, melihat langsung perkembangan daerah, sekaligus menikmati keindahan Indonesia yang selama ini dibangun bersama seluruh rakyat,” kata Zulfan.

Bagi Zulfan, safari tersebut merupakan kesempatan bagi Jokowi untuk melihat secara langsung berbagai infrastruktur yang dibangun pada masa pemerintahannya.

Masih menurut Zulfan, seorang pemimpin harus memiliki keteguhan sikap dan keyakinan yang kuat agar tidak mudah dipengaruhi, tetapi tetap terbuka terhadap masukan dari para teknokrat yang kompeten.

Zulfan menilai Jokowi memahami keseimbangan itu dengan sangat baik. Karena itu, tidak ada alasan untuk mengaitkan safari ini dengan upaya cawe-cawe atau intervensi terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

baca juga : Jusuf Kalla Bantah Tuduhan Pendanaan Isu Ijazah Jokowi, Siap Tempuh Jalur Hukum

“Pemerintahan saat ini memiliki legitimasi yang kuat dan sedang menjalankan agenda pembangunan sesuai mandat rakyat,” tegasnya.

Pak Jokowi, lanjut Zulfan Lintdan, sangat menghormati pemerintahan Presiden Prabowo. Justru sebagai negarawan, beliau ingin menjaga persatuan dan memperkuat optimisme rakyat. Safari ini adalah silaturahmi kebangsaan, bukan intervensi politik

“Bukankah silaturahmi merupakan anjuran mulia? Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Jokowi hadir bukan karena Indonesia sedang tidak baik-baik saja,” urainya.

Dikatakan Zulfan Lindan, Jokowi hadir bukan untuk membenahi pemerintahan yang sedang berjalan. Jokowi hadir karena ingin membalas cinta dan perhatian rakyat yang selama ini datang menemuinya di Solo.

“Jokowi datang untuk menyapa, mendengar, dan menguatkan ikatan kebangsaan yang telah terjalin puluhan tahun. Itulah makna sesungguhnya dari safari kebangsaan, Jokowi bukan turun gunung, melainkan turun menyambung silaturahmi dengan rakyat Indonesia yang pernah beliau pimpin,” pungkas Zulfan Lindan. (*)