Tak harus menjadi petambak udang. Kata Antam, sektor kelautan dan perikanan di Purworejo begitu luas. Mulai budidaya air tawar, seperti ikan nila, lele atau komoditas perikanan lainnya. Dan jika masyarakat membutuhkan modal, bisa mengajukan pinjaman dana berbulir dari KKP.
“Saya paling marah saat penyaluran kecil. Itu harus segera disalurkan. Saya merasa berprestasi bila uang ini segera habis. Mari manfaatkan seluruh lahan yang sekarang tidak produktif. Tujuannya untuk kesejahteraan masyarakat. Masyarakat makin makmur negara akan aman,” tutup.
Direktur Utama BLU LPMUKP Syaref Syahrial mengatakan, pihaknya saat ini memiliki program New Entrepreneur yang dibiaya oleh LPMUKP. Program ini baru bergulir setahun lalu dan membiayai sedikitnya tujuh kelompok lulusan Politeknik AUP serta dua kelompok lulusan Fakultas Perikanan Universitas Padjadjaran.
baca juga : Budidaya Lele Sistem Bioflok, Program KKP untuk Akselerasi Ekonomi
“Ide dari program ini adalah lulusan sekolah perikanan atau fakultas perikanan dapat menciptakan lapangan pekerjaan supaya jangan melulu bergantung untuk menjadi pegawai negeri,” jelas Syarif. Tujuan intinya, kata dia, adalah untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru dari usaha-usaha yang dilakukan para alumni perguruan tinggi perikanan ini.
“Kami juga menyalurkan pinjaman dana bergulir kepada pelaku usaha kelautan perikanan Kabupaten Purworejo sebanyak Rp2,47 miliar yang diserahkan hari ini,” ujarnya.
“Bapak Ibu pelaku usaha kami harapkan dapat berhasil mengembalikan pinjamannya, dapat mensejahterakan pelaku usaha itu sendiri dan dapat disalurkan lagi kepada pelaku usaha lain yang membutuhkan permodalan. seperti tagline LPMUKP solusi modal kelautan dan perikanan,” tutupnya. (*)

